Bank Roti India Roti memerangi kelaparan di negara yang jumlah orang kelaparannya terbanyak di dunia

Bank Roti India Roti memerangi kelaparan di negara yang jumlah orang kelaparannya terbanyak di dunia. (Foto: Bismillah Geelani)

Jumlah orang kelaparan di India adalah yang terbanyak di dunia. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, FAO, hampir 200 juta orang di India kelaparan.
 
Beberapa program yang didanai pemerintah dan sebuah UU keamanan pangan nasional tidak mampu mengatasi masalah ini.
 
Namun sebuah bank di negara bagian utara India, Uttar Pradesh, berupaya mengatasi kelaparan di tingkat lokal.
 
Di sebuah ruangan kecil, sekelompok relawan duduk mengelilingi meja yang dipenuhi roti buatan rumah dan paket sayuran yang sudah dimasak.
 
Tara Patkar sedang menunjukkan pada para relawan cara mengemas dua roti dan sayuran dalam satu kotak
 
Di luar ruangan, ada tulisan dalam bahasa Hindi - bunyinya: Bank Roti.  
 
“Bank biasanya berkaitan dengan uang. Tapi Bank Roti berbeda. Kami berhubungan dengan roti, sayuran dan makanan lainnya. Tujuan bank ini supaya tidak ada lagi orang yang kelaparan. Kami mendapat roti dari orang-orang yang mampu dan membagikannya kepada yang miskin,” papar Tara Patkar, manajer di tempat ini.

Bank Roti memulai karyanya awal tahun ini dan awalnya fokus pada para pengemis makanan yang berada di stasiun kereta api lokal.
 
Chandabai yang punya masalah penglihatan dan keluarganya yang berjumlah lima orang, dulu kerap tidak punya makanan. Tapi kini makanan bahkan diantar ke rumah mereka.
 
“Dulu orang-orang tidak mengacuhkan kami kalau kami minta makanan. Tapi sekarang dengan adanya Bank Roti, kami tidak perlu khawatir lagi tidak punya makanan. Kami punya cukup makanan tanpa perlu meminta-minta,” kisah Chandabai.
 
Puluhan relawan berdedikasi membantu Bank Roti mendatangi pintu ke pintu untuk mengumpulkan makanan dari warga setempat.
 
Mereka kemudian mengumpulkan makanan itu di enam kantor mereka, mengemasnya dan membagikan ke orang-orang yang membutuhkan.
 
Bank membuat daftar rinci semua orang yang membutuhkan bantuan mereka.
 
Mohammad Asgar adalah salah seorang relawan. Dia mengaku pekerjaan ini memberinya kebahagiaan yang sesungguhnya, juga ketenangan pikiran.
 
“Apa yang kami dapat dari pekerjaan ini adalah sesuatu yang tidak kami dapatkan bila hanya berdoa saja. Ini adalah pelayanan terhadap kemanusian dan tidak ada yang lebih membahagiakan dari melayani sesama manusia, ” kata Mohammad Asgar.
 
Di masa awal, Bank Roti mengumpulkan makanan dari 14 keluarga. Setelah dua bulan berjalan, ada ratusan rumah tangga yang ikut berpartisipasi. Semakin banyak pula orang yang mendapatkan bantuan - hingga lebih dari lima ratus orang.
 
Lali Devi adalah salah seorang penyumbang awal. Dia tidak menunggu relawan menjemput makanan ke rumahnya. Setiap hari dia berjalan kaki dua kilometer untuk mengantarkan makanan itu ke kantor Bank Roti.
 
“Ada banyak kemiskinan di sini. Orang-orang meninggal karena kelaparan. Jika kontribusi kecil kami pada bank ini bisa menyelamatkan hidup seseorang, maka tidak ada yang bisa menahan kami untuk tidak melakukannya,” tekad Devi.
 
Uttar Pradesh adalah negara bagian termiskin dan terpadat di India. Di sini juga terjadi beberapa kali kerusuhan komunal terbesar di India.
 
Meski begitu Bank Roti telah menjadi simbol kerukunan antara umat Hindu dan Muslim, yang bekerja sama memastikan tidak ada yang tidur dengan perut kosong.
 
Haji Mustan, salah seorang pendiri Bank Roti, mengatakan lembaganya bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
 
“Ada begitu banyak orang miskin dan tunawisma yang kita tahu tidak punya akses mendapatkan makanan. Ada banyak orang lain yang menghadapi masalah yang sama tapi menyembunyikannya. Kami tidak ingin ada orang yang tidak punya makanan makanya kami melakukan upaya sederhana ini. Jika orang lain melakukan hal yang sama di daerahnya masing-masing, saya yakin kita bisa segera mewujudkan India yang bebas kelaparan,” kata Haji Mustan.
  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!