Asia Calling Program Tanggal 4 April 2015

Dalam program kali ini, Afghanistan membuka diri pada investasi asing. Kita juga akan melihat kiprah organisasi Buddha Sinhala ultra nasionalis yang merusak perdamaian di Sri Lanka. Dan mendengar cerita anak-anak korban bagaimana bom Bali mengubah hidup m

Rabu, 08 Apr 2015 18:10 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Dalam program kali ini, Afghanistan membuka diri pada investasi asing. Kita juga akan melihat kiprah organisasi Buddha Sinhala ultra nasionalis yang merusak perdamaian di Sri Lanka. Dan mendengar cerita anak-anak korban bagaimana bom Bali mengubah hidup mereka.

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.