Asia Calling Program Tanggal 4 April 2015

Dalam program kali ini, Afghanistan membuka diri pada investasi asing. Kita juga akan melihat kiprah organisasi Buddha Sinhala ultra nasionalis yang merusak perdamaian di Sri Lanka. Dan mendengar cerita anak-anak korban bagaimana bom Bali mengubah hidup m

Rabu, 08 Apr 2015 18:10 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Dalam program kali ini, Afghanistan membuka diri pada investasi asing. Kita juga akan melihat kiprah organisasi Buddha Sinhala ultra nasionalis yang merusak perdamaian di Sri Lanka. Dan mendengar cerita anak-anak korban bagaimana bom Bali mengubah hidup mereka.

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan