Somai Ghulami, atlet taekwondo Afghanistan peraih emas di Pesta Olahraga Negara Asia Selatan. (Foto:

Somai Ghulami, atlet taekwondo Afghanistan peraih emas di Pesta Olahraga Negara Asia Selatan. (Foto: Ghayor Waziri)

Ada banyak tantangan menjadi seorang perempuan di Afghanistan. Tapi itu tidak menghentikan perempuan di sana untuk berprestasi.

Untuk kali pertama, seorang atlet perempuan Afghanistan, Somai Ghulami, meraih medali emas di Pesta Olahraga Negara Asia Selatan yang diadakan tahun ini.

Seperti yang dilaporkan Ghayor Waziri, Somai Ghulami mendapat banyak dukungan dan menjadi contoh bagi perempuan muda Afghanistan.

Di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, ratusan pendukung berkumpul untuk menyambut kepulangan Somai Ghulami dan atlet lainnya.

Tim ini baru saja mengikuti Pesta Olahraga Negara Asia Selatan ke-12, yang diadakan di Guwahati dan Shillong, India.

Lebih dari dua ribu atlet dari delapan negara menghadiri pesta olahraga yang berlangsung selama 12 hari itu.

Somai Ghulami meraih medali emas di cabang taekwondo. Tapi dia tidak pernah membayangkan akan mendapat dukungan begitu besar dari masyarakat.

“Saya sangat senang. Saya benar-benar bangga bisa membawa pulang medali emas. Rasanya tak terkatakan ketika saya menang. Saya menangis karena sangat gembira.” 

Somai berlatih keras untuk mengikuti pesta olahraga itu dan bermimpi bisa membawa pulang medali emas.

Kemenangan itu, katanya, bukan hanya untuk dirinya, tapi semua perempuan Afghanistan.

“Saya ingin membanggakan dan membahagiakan negara saya. Dengan kemenangan ini, saya ingin mendukung hak-hak perempuan Afghanistan yang ada di dalam dan luar negeri. Karena perempuan Afghanistan sudah menderita selama bertahun-tahun,” kata Somai Ghulami.

Afghanistan meraih total 35 medali, terdiri dari tujuh medali emas, sembilan perak dan 19 perunggu di Pesta Olahraga Negara Asia Selatan tahun ini. Ini menempatkan negara itu berada di posisi ke-4.

“Kami sangat senang atlet Afghanistan kali berhasil memenangkan lebih banyak medali. Anda lihat banyak orang datang ke bandara untuk mendukung tim mereka. Ini menunjukkan bagaimana antusiasme warga terhadap olahraga. Medali yang dibawa para juara ini milik seluruh Afghanistan,” ungkap Robina Jalali, juru bicara Federasi Olimpiade Afghanistan.

Somai Ghulami berlaga di tiga pertandingan dan berhasil memenangkan semuanya. 

Pertandingan pertamanya melawan seorang atlet Bhutan. Itu pertandingan yang berat aku Somia tapi dia tetap bersemangat karena tahu keluarga dan teman-teman menonton di tanah air.

Ayah Somai, Ghulam Yahya, juga hadir di bandara menyambut kepulangan putrinya. 

“Saya sangat bahagia dan bangga pada putri saya karena berhasil meraih medali emas. Saya selalu mendorong dan mendukung dia. Saya bukan saja ayah baginya tapi juga teman.”

Somai mengaku keluarga tidak pernah melarangnya melakukan apapun hanya karena dia seorang perempuan. Tapi banyak perempuan lain dalam masyarakat konservatif Afghanistan mengalami sebaliknya. 

Di negara ini keterlibatan perempuan dalam bidang olahraga masih relatif baru. 

Tapi Somai Ghulami mengatakan Anda harus memperjuangkan apa yang Anda yakini. 

“Di masyarakat tradisional dan konservatif seperti di sini, keluarga tidak membolehkan gadis dan perempuan dewasa untuk bekerja atau aktif di luar rumah, terutama menjadi atlet. Tapi saya minta semua perempuan Afghanistan memperjuangkan hak-haknya. Jika mereka benar-benar ingin melakukan sesuatu, mereka bisa mengubah pandangan keluarga dan masyarakat. Mereka harus menunjukkan kalau perempuan Afghanistan juga bisa membawa kebanggaan bagi bangsa.”

Dalam setahun terakhir, makin banyak perempuan Afghanistan terjun ke bidang olahraga. Salah satunya tim sepak bola perempuan negara itu yang berhasil membawa pulang medali. 

Aktivis perempuan melihat prestasi dalam olahraga ini sebagai langkah besar bagi perempuan Afghanistan. Ini akan mendorong lebih banyak perempuan di negara itu yang memperjuangkan hak-hak mereka.

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!