Asia Calling program 19 August 2017

The state of Afghan media after foreign funding dies up. An Indonesian Islamic boarding school breaking with tradition. India's caste system leading the poorest of the poor to their deaths at work.

Sabtu, 19 Agus 2017 14:12 WIB

India recently elected an ‘untouchable’ President, that is, someone from the lowest caste has the highest office in the country.

But at the same time, ‘untouchables’ are still forced to do the worst jobs, clean toilets and sewers in unhygienic and inhumane conditions. Hundreds die doing their job every year.  We consider the contradictions of India’s caste system.

In Afghanistan, we take a look at the impact of foreign funding on media, and what happens when the money dries up.

We visit an Islamic boarding school in Indonesia has become an unlikely refuge for people recovering from drug addiction and mental health issues.  Welcoming people from all backgrounds, it’s now known as the ‘Islamic Boarding School for Repentant Metal Heads.’  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau