Asia Calling Program 24 April 2017

Exclusive interview with President Joko Widodo on Indonesia's response to radicalisation. Australia boycotts international treaty negotiations to ban nuclear weapons. Women internet activists in Asia

Sabtu, 24 Jun 2017 14:02 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

An exclusive interview with Indonesian President Joko Widodo. With ISIS militants at war on Indonesia’s doorstep in The Philippines, we ask how the tide of radicalism is being stemmed in Indonesia. And at what cost?

We speak to women internet activists.

And we explore why Australia is boycotting treaty negotiations that would ban nuclear weapons.

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1