Sanjay Sharma sedang menyiapkan omelet. (Foto: Jasvinder Sehgal)

Sanjay Sharma sedang menyiapkan omelet. (Foto: Jasvinder Sehgal)

Kebanyakan orang India adalah vegetarian penuh - tidak makan telur.

Tapi kebiasaan makan omelet untuk sarapan di masa penjajahan telah menjadikan makanan ini bagian dari masyarakat lokal di salah satu kota di Rajasthan. 

Meski kini omelet disajikan dengan sentuhan unik.

Jasvinder Seghal bertemu dengan seorang penjual omelet ternama di sana.

Sebuah omelet mentega keju sedang dimasak di warung omelet Sanjay di pasar yang  sibuk di Jaipur.

Sanjay Sharma, 53 tahun, adalah pemilik warung sekaligus koki. Dia telah menjual makanan ini selama lebih dari 35 tahun.

“Dulu, saya biasa menjual sekitar 30 omelet sehari, tapi kini berubah dan selera masyarakat pun berkembang. Sekarang di musim dingin, saya bisa menghabiskan sekitar 1700 telur setiap hari untuk membuat berbagai jenis omelet. Selain warung ini, saya juga membuka sebuah restoran omelet bernama Egg-dee,” tutur Sanjay.

Sanjay mengatakan omelet pertama kali dimakan di India saat masa penjajahan.

“Selama penjajahan kolonial sarapan menjadi populer dan omelet menjadi bagian utamanya. Ini bisa disiapkan dalam dua menit; omelet sangat bergizi, sehat dan mudah dimasak.”

Di India, biasanya sarapan yang disajikan berupa paratha atau roti bersama dengan hidangan vegetarian lainnya.

Dekorator interior berusia 39 tahun bernama Amit Soral ini adalah pelanggan setia di warung Sanjay.

Meski keluarganya vegetarian dan tidak makan telur, Amit sangat menyukai omelet.

Dia mengaku datang kemari setiap hari.

“Saya sudah 25 tahun kemari. Ibu saya tidak memasak telur jadi ayah biasa mengajak saya kemari.  Saya datang ke sini setiap hari seperti seorang anak yang kecanduan cokelat; Saya sangat suka omelet. Pemerintahan kolonial bisa disebut ‘buruk’ tapi mereka juga memberi kami banyak hal baik, salah satunya omelet. Warga India masih menikmati makanan itu,” kata Amit.


Di India, omelet sudah disesuaikan dengan selera lokal - diisi dengan bawang cincang, cabai hijau dan ketumbar.

Saurabh Sharma adalah sejarawan India terkenal yang mempelajari makanan tradisional India.

Dia mengatakan sebelum Inggris berkuasa, omelet tidak pernah menjadi bagian dari peradaban Indus awal.

“Teh dan omelet diperkenalkan selama penjajahan kolonial.  Karena para pejabat perusahaan yang dimiliki penjajah makan omelet saat sarapan. Perlahan-lahan ini menjadi bagian dari masakan India,” jelas Saurabh.

Ini pendapat Saurabh soal asal-usul omelet.

“Diasumsikan ketika zaman kuno, omelet disiapkan oleh orang Romawi. Tapi buku-buku sejarah menunjukkan omelet pertama kali dimasak di Perancis. Menurut pendapat saya, Bolestin adalah koki pertama yang menyiapkannya. Pada 1603 ia pindah dari Perancis ke Inggris, begitu pula popularitas omelet,” kata Saurabh.

Sanjay memasak sekitar 150 jenis omelet tapi hari ini dia sibuk bereksperimen dengan resep baru.

“Menu khusus saya omelet Obama yang dimakan dengan roti cokelat dan juga keju. Sekarang saya mencoba membuat omelet Hillary, yang segera akan diluncurkan,” kata Sanjay.

Perancang busana bernama Radhika Sharma adalah pelanggan tetap Sanjay. Menurutnya makanan ini sangat enak dan tidak bisa di dapat di tempat lain.

Kini, telur menjadi bagian integral dari masyarakat India.


 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!