Istri Aher Tak Tertarik Maju Pilgub

PKS juga digadang-gadang bakal mencalonkan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu dalam pilgub tahun depan.

Jumat, 01 Des 2017 21:46 WIB

Ilustrasi: kotak suara KPU (Foto: kemendagri.go.id)

KBR, Cirebon- Netty Prasetiyani Heryawan, istri Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengisyaratkan tidak akan mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Barat pada 2018 mendatang. Ujarnya, dia bisa berkarya tanpa harus menjabat kepala daerah.

"Tanpa jadi istri gubernur, ketua PKK Jabar, ketua Dekranasda, saya akan tetap memberikan yang terbaik dan  bermanfaat bagi masyarakat, terutama pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak," kata Netty di Cirebon, Jumat 1/12/2017.

"Bapak (Aher) selesai menjabat pada Juni 2018. Tidak perlu ada masa romantika meninggalkan jabatan," pungkasnya lagi.

Sementara pada kesempatan yang sama, Aher berpesan kepada masyarakat Jabar untuk berpartisipasi menyukseskan Pilgub serta menjaga persatuan.

"Masyarakat Jabar harus terlibat, harus berpartisipasi dalam Pilgub atau Pilkada serentak baik Kota dan Kabupaten," katanya.

Ia juga menghimbau, agar memilih calon pemimpin yang bersih dan memiliki rekam jejak baik karena mencerminkan Jawa Barat kedepannya. "Pilih yang terbaik demi menciptakan masa depan yang terbaik pula," imbuhnya lagi.

Netty Prasetiyani Heryawan saat ini tercatat sebagai kader PKS. Sementara, dalam pilgub Jawa Barat tahun depan, partai itu juga digadang-gadang bakal mencalonkan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu sebagai gubernur dan wakilnya.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.