Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Wiranto berencana memindahkan lembaga pemasyarakatan (lapas) ke pulau-pulau terpencil di Indonesia. Rencana itu muncul untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas penghuni lapas.

Selasa, 07 Nov 2017 17:23 WIB

Ilustrasi. (Foto: timur.jakarta.go.id/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto berencana memindahkan lembaga pemasyarakatan (lapas) ke pulau-pulau terpencil di Indonesia. 

Wiranto mengatakan rencana itu muncul untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas penghuni lapas terutama di kota-kota besar.

Menurut Wiranto, tidak ada satupun lapas di Indonesia yang tidak kelebihan kapasitas.

"Saya sudah menyusun rencana untuk sudahlah pindahkan saja lapas ke pulau terpencil di Indonesia. Katanya kita bangga punya 17 ribu pulau, yang dihuni baru 11 ribu. Masih ada enam ribu pulau yang kosong. Pindahin saja ke sana, supaya nggak ada namanya cuti buat yang korupsi. Hari Sabtu cuti korupsi, hari Senin masuk lagi, seperti anak sekolah aja," kata Wiranto di Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Baca juga:

Berdasarkan data di Kementerian Hukum dan HAM, hingga Agustus 2017 jumlah warga binaan di lembaga pemasyarakatan di Indonesia mencapai 226.143 orang, sebagian besar berstatus narapidana (156.613 orang). Namun kapasitas daya tampung 100 lapas dan rutan di Indonesia hanya sekitar 122 narapidana. 

Salah satu contohnya, Lapas Klas I Cipinang, Jakarta Timur per Juni 2017 diisi 2.926 napi dan tahanan, padahal kapasitasnya hanya untuk 880 narapidana.

Selain kapasitas lapas yang tidak lagi mencukupi, Wiranto menilai lapas saat ini sudah seperti lembaga pendidikan kejahatan yang dibiayai Pemerintah. Banyak penghuni lapas yang belajar berbagai jenis kejahatan di dalam penjara.

"Mereka para narapidana dikasih makan, minum, dikasih tempat tidur, ternyata di sana saling mendidik. Tadinya hanya nyolong ayam tapi kemudian meningkat menjadi agen narkoba. Tadinya korupsi sekarang ikut campur dalam perdagangan narkoba dan sebagainya," kata Wiranto.

Bagaimana anggaran membangun lapas di pulau terpencil? Wiranto mengatakan jika APBN tidak mencukupi, ia punya solusi, yaitu menjual gedung lapas yang sudah ada. 

"APBN enggak cukup? Gampang nanti jual saja Cipinang, dapat triliunan," ujarnya.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau