Menangkal Hoax, Memilah Sumber Informasi Kredibel

Jumat, 03 Nov 2017 16:37 WIB

Sudahkah Anda menemukan informasi hoax hari ini? Hoax, sebegitu masifnya telah merasuki kehidupan kita. Tak melulu masalah politik dan sara, hoax juga terjadi pada informasi-informasi kesehatan, produk, dan lain-lain. Nyaris tidak ada bahasan yang lepas dari hoax. Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan warganet atau netizen yang terburu-buru menyebarkan informasi, bahkan kadang hanya dengan membaca judulnya. Lantas, ketika kita menerima informasi  yang kita curigai sebagai hoax, apa yang harus kita lakukan? Simak perbincangannya dalam Ruang Publik KBR di radio jaringan KBR yang tersebar di seluruh Indonesia, bagi yang di Jakarta bisa dengarkan di 89.2 FM Power Radio Jakarta atau via Youtube Channel: Ruang Publik KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 0812 118 8181 atau mention ke akun twitter @halokbr. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Becakayu Ambruk, Menteri PUPR Hentikan Proyek Infrastruktur Jalan Seluruh Indonesia

  • Ketua DPR Persilakan Polri Kaji UU MD3, Tapi Polisi Harus Tetap Patuh
  • Serangan Bom Di Suriah, 77 Orang Tewas
  • Belum Juga Dapat Medali Di Olimpiade, Atlet Korut Was-Was

Di Indonesia jumlah penduduknya adalah 250 juta penduduk dengan investor atau investasi di pasar modal adalah 1 juta orang saja yang berinvestasi.