Rusia dan Cina Akan Kurangi Penggunaan Dolar AS

Menurutnya, penggunaan mata uang nasional untuk transaksi dalam perdagangan internasional bakal meningkatkan stabilitas bank dalam melakukan ekspor dan impor.

Rabu, 12 Sep 2018 13:49 WIB

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

KBR - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan, negaranya bersama Cina berencana lebih sering menggunakan mata uang nasional dalam transaksi perdagangan internasional. Keduanya sepakat untuk mengurangi penggunaan dolar AS dalam transaksi. Hal ini disampaikan Putin dalam jumpa pers Selasa (11/09/2018), usai menghadiri forum ekonomi di kota Vladivostok, Rusia.

"Pihak Rusia dan Cina sepakat dalam meningkatkan penggunaan mata uang nasional dalam sistem pembayaran," kata Putin, seperti dilansir Deutsche Welle.

Menurutnya, penggunaan mata uang nasional untuk transaksi pada perdagangan internasional bakal meningkatkan stabilitas bank dalam melakukan ekspor dan impor, di tengah risiko yang harus dihadapi pasar global saat ini.

Setelah memburuknya hubungan Rusia  dengan sejumlah negara Barat yang dipicu oleh aneksasi Rusia terhadap Krimea pada 2014 lalu, Rusia semakin meningkatkan penanaman investasi dari negara Cina.

Sementara itu, Cina tengah mendapat banyak kritik terhadap kebijakan militerisasi Laut Cina Selatan. Juga, tuduhan pelanggaran HAM dan praktik perdagangan yang tidak adil. Untuk itu, pihak Cina sedang berusaha untuk mencari sekutu.

Presiden Xi Jinping pada Selasa (11/9/2018) mengatakan, Rusia dan Cina harus bekerja sama untuk menentang proteksionisme perdagangan, yang menurutnya akan memicu masalah internasional. "Dalam situasi internasional yang berubah dengan cepat dengan meningkatnya ketidakstabilan dan ketidakpastian, kerja sama antara Rusia dan Cina semakin penting," kata Xi.

Kedua pemimpin itu sudah menandatangani perjanjian kerja sama produksi dan investasi di Timur Jauh (Asia Timur, Rusia Timur Jauh, dan Asia Tenggara). Selain itu mereka sepakat mengembangkan kerja sama perdagangan, ekonomi, dan investasi Rusia-Cina. Kedua negara juga sedang gencar meningkatkan kerja sama militer.



Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.