Paus Fransiskus Temui Pimpinan Gereja Katolik AS

Lebih dari 300 pendeta telah melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari 1.000 anak di enam keuskupan di negara bagian Pennsylvania sejak 1947.

Jumat, 14 Sep 2018 12:59 WIB

Paus Fransiskus. Foto; Antara

KBR - Paus Fransiskus bertemu para pemimpin Gereja Katolik Amerika Serikat (AS) di Roma pada Kamis (13/9/2018) dalam pembahasan peningkatan skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh pendeta.

Pertemuan dilakukan setelah pada Agustus lalu, Gereja Katolik menerima laporan setebal 900 halaman. Laporan itu menunjukan lebih dari 300 pendeta diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari 1.000 anak di enam keuskupan di negara bagian Pennsylvania sejak 1947. 

"Kami berbagi dengan Paus Francis, situasi kami di Amerika Serikat, sebagaimana Tubuh Kristus dirundung oleh kejahatan pelecehan seksual. Dia mendengarkan sangat dalam dari hati. Ini adalah pertukaran yang panjang, bermanfaat, dan baik," kata Kardinal Daniel DiNardo, ketua Konferensi Uskup Katolik AS dilansir dari CNN.

"Ketika kami meninggalkan para hadirin, kami berdoa Angelus bersama-sama untuk belas kasih dan kekuatan Tuhan saat kami bekerja untuk menyembuhkan luka. Kami berharap untuk secara aktif melanjutkan kebijaksanaan kami bersama-sama mengidentifikasi langkah-langkah berikutnya yang paling efektif," tambahnya.

Ketua Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak-anak Kardinal Sean O'Malley, wakil presiden dari Konferensi Uskup Katolik AS Uskup Agung Jose Gomez, dan sekretaris jenderal konferensi Monsignor Brian Bransfield juga menghadiri pertemuan tersebut.

DiNardo telah meminta pertemuan dengan paus dalam sebuah surat terbuka pada Agustus lalu. Hal itu terkait dengan mantan kardinal utama Amerika, Theodore McCarrick yang telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang putra altar dan para seminaris. McCarrick membantah tuduhan terhadap putra altar dan tidak menanggapi tuduhan mengenai para seminaris.

Paus juga menerima kritik dari mantan duta besar mantan Vatikan untuk Amerika Serikat, Uskup Agung Carlo Maria Vigano, yang mengatakan Paus sudah sadar atas dugaan pelecehan seksual oleh McCarrick sejak awal 2013 lalu. Paus dituding menutup-nutupi praktik pelecehan seksual yang menjerat McCarrick.

Sebuah surat terbuka yang diterbitkan di Catholic Women's Forum menyerukan agar Paus menanggapi tuduhan Vigano seputar skandal pelecehan seksual. Surat terbuka tersebut telah memperoleh lebih dari 44.000 tanda tangan hanya dalam waktu kurang dari dua minggu.

Paus Fransiskus sebelumnya juga memanggil para uskup dari seluruh dunia untuk hadir ke Vatikan pada pada 21-24 Februari untuk membahas perlindungan anak di bawah umur. Dilansir dari nytimes, pertemuan ini merupakan pertama kalinya para uskup di seluruh dunia telah dipanggil untuk suatu pertemuan tentang topik tertentu.  

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.