Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Buku yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama, bulan lalu ini langsung menuai protes.

Kamis, 14 Sep 2017 15:54 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Ada usul tes keperawanan bagi perempuan yang akan menikah. Ini diusulkan oleh seorang hakim, Binsar Gultom namanya. Bila perlu sebelum pernikahan harus diatur persyaratan yang tegas, yakni mereka masih dalam posisi kudus, suci artinya perawan atau tidak. Perkataan Hakim Binsar Gultom yang dituliskan dalam buku berjudul 'Pandangan Kritis Seorang Hakim: dalam penegakan hukum di Indonesia 3.

Buku yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama, bulan lalu ini langsung menuai protes. Sebagian masyarakat menilai usulan itu diskriminatif, dan akan menambah tekanan sosial pada perempuan untuk melakukan tes keperawanan sebagai pembuktian atas kehormatan dirinya.

Apa alasan sang hakim mengusulkan ide ini? Mengapa ia yakin kalau laki-laki pun bisa dilakukan tes keperjakaan?

Simak obrolannya di KBR Pagi bersama Hilbram Dunar dan Adit Insomnia di segmen KBR Trending, Kamis (17/09/14) .

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang