[SAGA] Kenalin Dayang Azmi, Da'i Cilik dari Desa Caringin

Sebagai Da’i Bhabinkamtibmas, tugas Azmi membagi pengetahuan tentang nilai moral dan kebangsaan kepada anak sebayanya.

Jumat, 22 Sep 2017 19:53 WIB

Dayang Azmi, Da’i Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Foto: Dian Kurniati/KBR.

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Tengah hari di Sekolah Dasar Negeri Cimandai 01 Caringin, Kabupaten Bogor, bocah-bocah berlarian. Jumat itu, durasi belajar memang berlangsung pendek. Hanya sampai pukul 11.00 wib. Aktivitas belajar hari itu pun ditutup dengan dakwah –yang dibawakan seorang bocah perempuan. Dayang Azmi, namanya.

Dengan pengeras suara, siswa Kelas 5 ini berpesan agar menghormati orangtua dan menghargai sesama. Tak ketinggalan menyelipkan beberapa kutipan ayat Al-Quran sebagai rujukan.

Khotbah Azmi yang berlangsung sekitar 15 menit, didengar puluhan bocah –yang dikumpulkan dalam satu ruangan besar. Di depan teman-teman sebayanya, Azmi tampil luwes. Mukanya serius meski sesekali melempar lelucon untuk memancing tawa. Sedang tangan kanannya mengacung bila ada hal yang dirasa perlu penegasan.

Usai dakwah, saya berbincang dengan Azmi. Dia bercerita mulai melakoni aksinya ini sejak Kelas 3 SD. Kala itu, ia diminta oleh sang guru untuk mengikuti lomba pidato dan pemilihan da’i cilik atau Pildacil tingkat kecamatan.

"Awalnya lomba. Tadinya juga mau menyerah, tapi diteruskan juga," ujar Azmi.

Dari lomba itu, kepercayaan diri Azmi tampil di depan banyak orang terasah. Dan ketika muncul di ajang lomba pidato Agustus lalu, beberapa orang polisi turut menyaksikan. Belakangan, dia ditunjuk sebagai Da’i Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) oleh Kapolsek Caringin.
 
"Waktu itu pas mau tampil, ada bapak-bapak polisi ke sekolah. Lalu diangkat jadi da’i kamtibmas. Isi pidato biasanya jangan melawan orangtua. Pokoknya mengajak teman-teman agar bisa tercapai cita-citanya," sambungnya.

Sebagai Da’i Bhabinkamtibmas, tugas Azmi membagi pengetahuan tentang nilai moral dan kebangsaan kepada anak sebayanya. Azmi pun kerap diajak unit Pembinaan Masyarakat atau Binmas Polsek Caringin, mengunjungi sekolah dan pesantren di kecamatan.

Saat ini, Azmi memiliki beberapa materi dakwah. Misalnya soal perlunya menghormati orangtua dan menghargai sesama, peran para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan, serta pentingnya menjaga kebersihan. Namun, materi dakwah favoritnya yaitu perlunya menghormati orangtua dan menghargai sesama. Sebab dia ingin semua anak Indonesia bisa saling bertoleransi dan tak ada permusuhan.

Kepala Sekolah SD Cimandai 01, Endang Mahfudin, mengatakan para guru juga ikut menyokong materi khotbah Azmi tentang nilai-nilai kebangsaan.

"Untuk mencapai prestasi tersebut, dia juga menyampaikan masalah moral. Kemudian masalah NKRI harga mati juga akan disampaikan ke depannya," kata Endang.

Endang pun tak menyangka, jika akhirnya Azmi ditunjuk sebagai Da’i Kamtibmas. Itu mengapa, sekarang pihaknya menyiapkan materi kotbah yang lebih variatif. Misalnya peran anak dalam menjaga persatuan bangsa dengan menyontohkan hubungan tolong menolong.

Sementara itu, Kapolsek Caringin, Fitra Zuanda menyatakan pemilihan bocah berusia 10 tahun itu sebagai Da’i Kamtibmas bukan tanpa tujuan. Kata dia, dengan karakteristik mayoritas penduduk setempat yang agamis, perlu penyampaian keamanan-ketertiban dengan cara dakwah.

Apalagi jika berhadapan dengan anak-anak –yang memerlukan pendekatan khusus. Diharapkan dengan medium da’i cilik, maka pesannya bisa sampai.

"Memang mayoritas karakteristik masyarakat Caringin agamis. Melihat masyarakat yang memiliki peluang untuk menjadi dai kamtibmas, salah satunya adik Dayang ini direkrut jadi da'i cilik," tutur Fitra.

Fitra Zuanda juga menyebut, tugas da’i cilik dibuat menyenangkan. Utamanya, menjadi teladan di sekolah dan lingkungan bermain.

"Kami ingin anak-anak menjadi generasi yang baik, unggul, dan tetap mengedepankan dari sisi agama," sambung Fitra.

Dia mengatakan, program Da’i Kamtibmas ini merupakan bagian dari upaya menghindarkan anak-anak dari pengaruh paham radikalisme. Menurutnya, anak-anak yang dibekali pendidikan moral sejak dini, akan lebih kebal terhadap paparan ajaran radikalisme.

Kembali ke Dayang Azmi. Bocah ini mengaku sangat menikmati perannya sebagai Da’i Kamtibmas. Ia pun akan terus berdakwah, bahkan berniat melanjutkan pendidikan seusai SD ke pesantren. Selain itu, Azmi juga akan tetap mengejar cita-citanya menjadi polisi wanita.




Editor: Quinawaty

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Penembak Brimob di Timika Berjumlah 15 Orang

  • Ahli: PNPS Penodaan Agama Langgar HAM Warga Ahmadiyah
  • Jokowi Tunjuk Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus Dialog Antaragama
  • Tak Dapat Bantuan KIS, Puluhan Pemulung Geruduk Gedung DPRD Sumut