Selubung Patung

Mereka yang menolak kehadiran patung menyampaikan beragam alasan. Mulai dari urusan kebangsaan - dianggap tak etis membuat patung setinggi itu di bumi Indonesia hingga urusan keyakinan dan perizinan.

Selasa, 08 Agus 2017 05:00 WIB

Pemkab Tuban, Jawa Timur, menutup patung Dewa Perang

Pemkab Tuban, Jawa Timur, menutup patung Dewa Perang dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio karena ditolak sejumlah elemen masyarakat. (Foto: Antara/Aguk Sudarmojo)

Aparat pemerintah Kabupaten Tuban, Jawa Timur memutuskan menyelubungi Patung  Dewa Kwan Sing Tee Koen dengan kain putih. Patung setinggi lebih 30 meter di  dalam area komplek Kelenteng Kwan Sing Bio, sepekan terakhir menjadi polemik di dunia maya. Polemik lantas meluas hingga ke dunia nyata. Sejumlah orang dari berbagai organisasi kemasyarakatan kemarin berunjukrasa ke gedung DPRD Jawa Timur. Mereka mendesak patung itu dirobohkan.

Mereka yang menolak kehadiran patung menyampaikan beragam alasan. Mulai dari urusan kebangsaan - dianggap tak etis membuat patung setinggi itu di bumi Indonesia. Lainnya merujuk pada urusan  keyakinan sampai  perizinan. Pengelola kelenteng mengklaim izin sudah diajukan sejak tahun lalu dan telah disetujui. Tak jelas benar izin yang dimaksud apakah benar telah didapat dari Pemkab.

Adalah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum yang terbit 10 tahun lalu yang jadi dasar daerah menerbitkan IMB. Isinya, Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan. Pembangunan patung atau prasarana juga ada disebut di sana terkait penghitungan retribusinya. Yang jelas aturan itu dimaksudkan untuk memastikan apa yang dibangun terjamin keandalan teknisnya. Tak ada urusan kebangsaan atau keyakinan.

Itu sebab aparatur Pemkab mestinya menjadikan  aturan sebagai dasar bertindak. Aparatur mesti berani menindak tegas tanpa pandang bulu. Peraturan Daerah Kabupatan Tuban  jelas menyebut  ada sanksi dari peringatan sampai bongkar bagi siapa saja yang melanggar Perda tentang Retribusi IMB.  Sepatutnya itu yang dilakukan Pemda dan bukan  menjatuhkan sanksi pemasangan selubung kain yang entah apa dasarnya.   

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

MKD Mulai Bahas Penggantian Novanto Sebagai Ketua DPR

  • Polisi Kedepankan Masalah Korupsi Dibanding Laporan SPDP Terhadap KPK
  • Dijagokan Jadi Ketum Golkar, Ini Kata Airlangga
  • Lahan Disegel, Warga Pulau Pari Berencana Gelar Aksi di Depan Istana

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau