Sambangi Lemhanas, Korban 65 Desak Penuntasan

"Agar kami bisa bicara hati ke hati penyelesaian yang lebih manusiawi dan penuh martabat, tidak terjadi kegaduhan politik,"

Rabu, 31 Agus 2016 21:23 WIB

Ilustrasi



KBR, Jakarta- Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65 mendesak Ketua Dewan Pengarah Simposium 1965, Agus Widjojo, menjembatani pertemuan dengan Presiden Joko Widodo. Hal itu disampaikan saat bertemu Agus yang kini menjabat sebagai gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) di kantornya.

Ketua YPKP 65 Bedjo Untung menyatakan presiden perlu didorong agar segera menyelesaikan kasus 1965.

"Supaya pak Agus Widjojo bisa menjembatani kita bisa bertemu presien," jelasnya kepada wartawan di kantor Lemhannas, Jakarta, Rabu (31/8/2016) sore.

"Agar kami bisa bicara hati ke hati penyelesaian yang lebih manusiawi dan penuh martabat, tidak terjadi kegaduhan politik," tambahnya lagi.

Untung   juga mendesak Agus agar secara aktif mendorong rekomendasi Simposium 1965 yang kini di tangan Kemenkopolhukam Wiranto. YPKP 65 juga meminta Agus menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM dan Komnas Perempuan soal 1965, disamping mempertimbangkan putusan IPT 1965 yang ikut diserahkan.

Menurut Untung, Agus meminta YPKP 65 dan para korban bersabar. Sebab, Presiden Jokowi sedang mencari waktu yang tepat supaya penyelesaian kasus ini tidak menimbulkan kegaduhan politik.

Pertemuan selama dua jam itu dihadiri 29 orang YPKP 65 termasuk International People's Tribunal (IPT) 1965.

Sebelum bertemu Agus, YPKP 65 juga telah bertemu Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Kamis (25/8/2016), dengan desakan yang sama. Mereka meminta pertemuan dengan Menkopolhukam Wiranto sejak 8 Agustus, namun Kemenko   menyatakan masih mencari waktu.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi