KPK Imbau Mobil Dinas Tak Dipakai Mudik, Ini Alasan Walkot Surakarta Malah Izinkan

"Kalau PNS atau ASN itu mau mudik pakai kendaraan dinas ya saya izinkan,"

Selasa, 05 Jun 2018 13:47 WIB

Ilustrasi: Mudik dengan mobil dinas. (Foto: Antara)

KBR,Solo- Pemerintah kota Solo mengizinkan mobil dinas digunakan untuk mudik. Walikota Solo, Hadi Rudyatmo mengatakan sejumlah pertimbangan dilakukan pemkot Solo sebelum mengeluarkan ijin penggunaan mobil dinas untuk mudik.

Menurut Rudy, faktor keamanan dan perawatan menjadi sebagian pertimbangannya.

“Bayangkan saja, bagaimana kita memanasi mesin ribuan kendaraan dinas sedangkan petugas jaga sangat minim. Itu setiap hari loh. Kemudian juga kan untuk kenyamanan dan keamanan menjaga kendaraan dinas harus kita lihat juga. Kalau PNS atau ASN itu mau mudik pakai kendaraan dinas ya saya izinkan," ujar Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, Selasa (05/06).

Hadi melanjutkan, "saya titip, pemerintah titip jaga kondisi kendaraan dinas itu, masing-masing kepala dinas atau ASn yang memakainya. Tetapi ingat, tidak boleh pakai APBD untuk beli bahan bakar atau perawatannya selama dipakai mudik. Parkir saja di rumah, kalau untuk keliling kota ya silakan.Bahan bakar dan perawatan bayar sendiri, jangan pakai APBD.”

Data pemkot Solo  2017 menunjukkan ada lebih dari 600 kendaraan dinas yang dimiliki. Terdiri dari 300 mobil dinas dan 380 motor dinas. 

Sikap pemkot Solo ini berbeda dengan yang dilakukan menjelang Lebaran tahun 2017 lalu yang menginstruksikan kendaraan dinas dilarang untuk mudik. Semua kendaraan dinas yang tidak bertugas untuk kepentingan pelayanan arus mudik dikandangkan di Balaikota dan DPRD Solo.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau mobil dinas tak digunakan untuk mudik. KPK beralasan  agar tidak ada penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi.

 
Editor: Rony Sitanggang
  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang