[Advertorial] Indonesia dan Uni Emirat Arab Menempati Posisi 2 dalam Pasar Wisata Muslim

Destinasi di GMTI 2018 dinilai berdasarkan beberapa kriteria, dengan metrik pengukuran baru yang ditambahkan dalam penelitian

Kamis, 12 Apr 2018 10:08 WIB

Malaysia dan Singapura berhasil mempertahankan posisi mereka sebagai destinasi utama pada pasar wisata muslim global, sementara negara-negara saingan lainnya mulai menyusul dengan cepat. Temuan tersebut berdasarkan riset tahunan terkemuka untuk sektor wisata muslim yang dilakukan oleh Mastercard-cresentRating, Global Muslim Travel Index (GMTI). Sementara Indonesia dan Uni Emirat Arab menempati posisi 2.

Indeks ini menunjukkan bahwa sejumlah negara non Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Asia berhasil menaikkan peringkat mereka. Hal ini merupakan hasil dari upaya-upaya mereka dalam menyesuaikan layanan guna menarik serta memenuhi kebutuhan wisatawan muslim.

Singapura mempertahankan posisi puncaknya untuk destinasi non-OKI, diikuti oleh Thailand dan Inggris, sementara posisi Jepang dan Taiwan meningkat pesat menempati lima destinasi teratas untuk pertama kalinya sejak GMTI diluncurkan.

Studi GMTI 2018, yang diluncurkan secara resmi di Jakarta ini, semakin memperjelas bahwa pasar wisata muslim akan terus bertumbuh dengan pesat dan diperkirakan akan mencapai USD 220 miliar pada tahun 2020. Bahkan pasar ini juga diproyeksikan akan terus tumbuh hingga USD 80 miliar dan mencapai USD 300 miliar pada tahun 2026.

Pada tahun 2017, diperkirakan jumlah total kedatangan wisatawan muslim secara global mencapai 131 juta – naik dari 121 juta pada tahun 2016 – dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga 156 juta wisatawan di tahun 2020, atau mewakili 10 persen dari segmen wisata secara keseluruhan.

“Tahun ini kami telah mengubah kriteria penilaian indeks guna lebih merefleksikan strategi-strategi pertumbuhan yang diimplementasikan oleh negara-negara destinasi wisata untuk menyambut para wisatawan muslim, yang dapat terlihat dari perubahan positif pada indeks. Kami juga telah meluncurkan CrescentRating Growth & Innovation Model guna membantu negara-negara destinasi wisata menggunakan laporan secara praktis untuk menyusun strategi inovasi dan pertumbuhan dari segmen wisata yang tumbuh dengan pesat ini,” Fazal Bahardeen, CEO dari CrescentRating & HalalTrip.

Diperkirakan bahwa wilayah ASEAN akan menyambut lebih dari 18 juta wisatawan muslim pada tahun 2020, atau mewakili hampir 15% dari total wisatawan yang datang ke wilayah tersebut. 

GMTI kini merupakan penyedia data berbasis wawasan terdepan yang membantu negara destinasi wisata, jasa perjalanan dan investor untuk mengetahui peerkembangan kesehatan dan pertumbuhan segmen wisata ini sekaligus membandingkan perkembangan masing-masing individu dalam menjangkau wisatawan muslim.

Seluruh 130 destinasi di GMTI 2018 dinilai berdasarkan beberapa kriteria, dengan metrik pengukuran baru yang ditambahkan dalam penelitian tahun ini termasuk CrescentRating Growth-Innovation Model.

Metrik tersebut termasuk kriteria-kriteria seperti akses terhadap infrastruktur, bagaimana negara-negara tujuan wisata berkomunikasi dengan target pengunjungnya, serta lingkungan dan pelayanan. Setiap kriteria kemudian dihitung untuk menentukan keseluruhan skor indeks.

info selanjutnya terkait peringkat destinasi wisata muslim bisa anda lihat di Crescent Rating

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".