Sepanjang 2017, Ratusan Anak di Perbatasan Nunukan Terkena TBC

"Pertama akses kesehatan mereka yang rendah, kedua, proses pelacakan sumber daya kesehatannya juga kurang di sana. Ini saja sudah 130 anak, dan anak pasti korban kan, mereka ditulari."

Selasa, 13 Feb 2018 13:24 WIB

Ilustrasi. (Foto: Yale Rosen/Creative Commons 2.0)

KBR, Nunukan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan Kalimantan Utara merawat ratusan anak dari wilayah perbatasan karena menderita TBC/tuberkulosis sepanjang tahun 2017. 

Dokter spesilis anak RSUD Kabupaten Nunukan, Sholeh mengatakan ratusan anak itu tertular dari orang tua mereka yang sudah mengidap TBC. Selain itu minimnya layanan kesehatan di wilayah perbatasan juga menjadi penyebab tingginya angka penyakit TBC di wilayah perbatasan.

"Yang paling banyak saya dapat kasus dari daerah Dapil 3 Sebuku, Seimenggaris. Pertama akses kesehatan mereka yang rendah, kedua, proses pelacakan sumber daya kesehatannya juga kurang di sana. Ini saja sudah 130 anak, dan anak pasti korban kan, mereka ditulari. Pasti dari orang tua yang menulari dan orang yang ada di sekelilingnya," kata dokter Sholeh di Nunukan, Selasa (13/2/2018).

Baca juga:

Sholeh mengatakan tingginya angka penderita penyakit TBC di wilayah perbatasan diduga disebabkan karena minimnya fasilitas kesehatan serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap penyakit TBC. 

Dokter Sholeh mengatakan kepedulian masyarakat melakukan pengobatan penyakit TBC perlu ditingkatkan.

"Tidak bisa hanya puskesmas atau rumah sakit yang mengobati begini, karena edukasi juga paling penting. Kena satu rumah saja harus dilacak semua anggota keluarga. Kalau lolos satu, dia akan menularkan ke yang lain. Kalau kena, akan menularkan yang lain lagi. Ini bisa saja saat ini banyak yang beredar tapi belum ditemukan. Yang kita temukan yang datang berobat saja ke rumah sakit. Sedangkan yang hanya datang ke posyandu atau puskesdes ini yang masalah," kata Sholeh.

Untuk menekan tingginya penularan penyakit TBC pada anak anak, Sholeh meminta Puskesmas melakukan pemeriksaan terhadap riwayat penyakit keluarga, bagi anak-anak penderita peyakit TBC yang berobat ke puskesmas. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.