Keadilan untuk Au

Yang bikin publik tambah marah adalah karena para pelaku justru mengunggah foto saat mereka diperiksa polisi.

OPINI , EDITORIAL

Rabu, 10 Apr 2019 00:22 WIB

Author

KBR

Ilustrasi Child Abuse

Ilustrasi: Kekerasan terhadap anak (Foto: Kat Jayne/Pexels)

Tagar terpopuler di media sosial tanah air kemarin sesungguhnya berasal dari kisah pilu. Tentang Au dan kekerasan yang ia alami.

Au adalah siswi SMP di Pontianak. Ia dikeroyok 12 siswi SMA hingga harus diperiksa tengkoraknya di rumah sakit. Kasus itu kini ditangani polisi. Sorotan publik menguat karena ada kabar kasus itu bakal diselesaikan secara damai. 

Banyak yang marah karena kekerasan oleh anak sekolah tidak bisa dibiarkan. Yang bikin publik tambah marah adalah karena para pelaku justru mengunggah foto saat mereka diperiksa polisi. 

Dukungan terhadap Au juga muncul melalui laman petisi online di Change.org. Sampai semalam, lebih dari 1 juta orang membubuhkan tanda tangan dukungan dan menuntut keadilan bagi Au.

Kita sepatutnya marah atas apa yang dialami Au. Juga tak habis pikir sekaligus takut melihat bagaimana anak bisa menyakiti anak lainnya. Hukum di Indonesia mengatur bagaimana menyelesaikan perkara yang menempatkan anak berhadapan dengan hukum. 

Keadilan bagi Au harus tetap dengan pendekatan keadilan restoratif, tak hanya bagi korban, tapi juga saksi dan pelaku. Sedangkan bagi anak pelaku, mereka harus diadili supaya jera. 

Masa tumbuh kembang dan masa depan semua anak harus tetap dilindungi, tapi para pelaku juga mesti dibuat jera. Karena kekerasan yang dialami Au sungguh di luar batas kemanusiaan. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RUANG PUBLIK

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.