Kenalkan Kebencanaan Pada Anak Dengan PREDIKT!

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang paling rawan terhadap bencana.

RUANG PUBLIK

Jumat, 06 Apr 2018 15:25 WIB

Author

Rizal Wijaya

Kenalkan Kebencanaan Pada Anak Dengan PREDIKT!

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang paling rawan terhadap bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) mencatat selama Januari hingga Februari 2018 telah terjadi lebih dari 500 kejadian bencana di Tanah Air. Dimana korban meninggal dunia dan hilang lebih dari 70 orang dan luka-luka lebih dari 100 orang. Salah satu hal penting yang perlu diketahui masyarakat adalah mitigasi bencana agar jumlah korban jiwa bisa ditekan. Pengetahuan tentang mitigasi atau serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana tidak hanya perlu diketahui oleh orang dewasa namun juga anak-anak. Agar anak-anak tertarik mempelajarinya, salah satunya bisa dengan permainan.  Penasaran? Semuanya akan dijelaskan dalam Ruang Publik KBR bersama Tim PREDIKT! Avianto Amri, Tasril mulyadi, dan Meliza Rafdiana Pada Senin, 9 April 2018 Pukul 09.00 WIB.

Simak di 100 radio jaringan KBR dari Aceh hingga Papua, bagi yang di Jakarta bisa mendengarkan di 89,2 Power FM, via Fan page Facebook  Kantor Berita Radio KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar melalu telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 0812 118 8181 atau mention ke akun twitter @halokbr. Jangan lupa sertakan TAGAR RUANG PUBLIK KBR

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RUANG PUBLIK

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Koalisi Masyarakat Siapkan Strategi Desak Presiden Bentuk TGPF Independen