Imlek: Polda Kalbar Kerahkan Ribuan Personil

“Kita mengedepankan preemtif dan prefentif, mudah-mudahan itu bisa kita gelorakan diimbangi dengan operasi rutin"

RUANG PUBLIK | BERITA | NUSANTARA

Jumat, 24 Jan 2020 08:52 WIB

Author

Edho Sinaga

Imlek: Polda  Kalbar Kerahkan Ribuan Personil

Warga mengecat ornamen di Vihara Bodhisatva Karaniya di Pontianak, Kalbar, Minggu (19/1). (Antara/Jessica)

KBR,  Pontianak– Kepolisian   Kalimantan Barat menyiagakan sedikitnya 1500 personil gabungan TNI/Polri untuk menjaga perayaan Imlek 2571 dan Cap Go Meh 2020, yang dimulai pada Sabtu, 25 Januari 2020. Wakapolda Kalbar  Imam Sugianto mengatakan,   wilayah  yang mendapatkan perhatian khusus di antaranya Pontianak, Kota Singkawang, Kubu Raya, Mempawah, Sambas dan Bengkayang.

Kata dia, tiap Polres menurunkan satu pertiga anggotanya untuk menjaga perayaan hari besar keagamaan bagi warga Tionghoa itu.

“Kita mengedepankan preemtif dan prefentif, mudah-mudahan itu bisa kita gelorakan diimbangi dengan operasi rutin yang ditingkatkan, patroli skala besar misalnya, dan mudah-mudahan ini bisa mencegah hal yang mengganggu perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kalbar,” kata Imam.

Besarnya personil yang diturunkan ini menurut Imam karena  Imlek dan Cap Go Meh telah menjadi agenda pariwisata nasional, bahkan turis mancanegara dipastikan memadati dua daerah di Kalbar, yakni Kota Pontianak dan Singkawang.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan yang hadir dalam gelar pasukan Operasi Liong 2020 di Mapolda Kalbar mengatakan  mendukung penuh kegiatan ini. Dari sisi pendapatan daerah menurut Norsan, dua daerah seperti Pontianak dan Singkawang bakal mendapat keuntungan tinggi. Ini dibuktikan dengan telah penuhnya ribuan kamar hotel bahkan homestay sejak Desember 2019, untuk digunakan pada 25 Januari hingga 7 Februari 2020.

“Ini sudah menjadi event internasional dan aksi tatung di Singkawang juga menjadi salah satu kekayaan kita, yang tidak ada di daerah lain atau di belahan dunia lain. Pemerintah Provinsi Kalbar sangat mendukung ini, karena ini merupakan salah satu destinasi wisata yang harus kita gaungkan,” ujar Norsan.

Ketua Panitia Cap Go Meh Kota Pontianak Hendry Pangestu Lim mengatakan,  tahun ini kemeriahan akan semakin spektakuler. Sedikitnya 2500 lampion akan dipasang di sepanjang jalan Gajahmada, serta ada ribuan kue keranjang dengan berat 2 ton. Selain itu yang tak kalah penting, ada replika naga sepanjang 80 meter yang akan diarak pada saat pembukaan perayaan Cap Go Meh nanti.

Imlek merupakan tradisi penting dalam kebudayaan Tionghoa. Di beberapa negara Imlek juga merupakan momen libur panjang, sekaligus ajang mudik tahunan bagi miliaran orang.

Menurut data State Council of the Pepople’s Republic of China, ada sekitar tiga miliar perjalanan yang dilakukan warga Tiongkok dalam masa libur Imlek tahun lalu. Artinya, Imlek   menjadi peristiwa migrasi tahunan manusia terbesar di seluruh dunia.

Tradisi Pergerakan Musim Semi

Warga Tiongkok memiliki tradisi yang disebut Chunyun, yang artinya “pergerakan musim semi”. Tradisi ini merupakan bagian dari perayaan Imlek, di mana warga keturunan Tionghoa akan pulang ke kampung halaman setiap menjelang musim semi.

“Pergerakan musim semi” biasanya dimulai sejak 15 hari sebelum Imlek. Tradisi ini umum dilakukan miliaran penduduk Cina serta warga keturunan Tionghoa yang tinggal di berbagai negara lain.

Menurut laporan Ctrip, agen perjalanan online terbesar di Cina, di masa libur Imlek 2019 ada sekitar 66 juta penerbangan domestik dari bandara-bandara utama seperti Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, Chengdu dan Kunming.

Ada juga 7 juta warga yang menghabiskan liburannya dengan berwisata ke luar negeri. Berdasar data pesanan tiket yang masuk ke Ctrip, destinasi luar negeri yang paling banyak dikunjungi warga Tiongkok pada Imlek 2019 ini adalah Thailand, Jepang dan Indonesia. 


Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja