Pandemi Covid, Satgas Temukan 17 Klaster dari Rumah Ibadah dan Kegiatan Agama di Jakarta

"Ketika dilaksanakan adanya jumlah orang bertemu dengan jumlah yang banyak, protokol harus diterapkan. Kalau tidak, dapat berimbas terjadinya penularan,"

NASIONAL | RAGAM

Rabu, 25 Nov 2020 17:25 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Pandemi Covid, Satgas Temukan 17 Klaster  dari Rumah Ibadah dan Kegiatan Agama di Jakarta

Cegah Covid, Tim Velox BIN menyemprotkan cairan disinfektan di Gereja Kristen Indonesia di Serang, Banten, Rabu (28/10). (Antara/Asep Fathulrahman)

KBR,Jakarta-    Satgas Penanganan Covid-19 menemukan ada 17 klaster Covid-19 dari rumah ibadah dan kegiatan keagamaan di DKI Jakarta. Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, belasan klaster itu ditemukan sejak Mei hingga November.

"Untuk rumah ibadah dan kegiatan keagamaan ini total terdapat 17 klaster dengan total 236 kasus. Ini tidak pandang bulu, ini di mana saja sebenarnya. Lagi-lagi ketika dilaksanakan adanya jumlah orang bertemu dengan jumlah yang banyak, protokol harus diterapkan. Kalau tidak, dapat berimbas terjadinya penularan," kata Dewi dalam konferensi pers secara daring, Rabu (25/11/2020).

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah menjelaskan, saat ini klaster keagamaan di Jakarta justru marak berasal dari acara tahlilan atau takziah. Ada 7 klaster dengan jumlah 69 kasus. Ia meminta masyarakat yang menghadiri acara tersebut untuk mematuhi protokol kesehatan.

Selain dari kegiatan keagamaan, klaster pesantren juga menyumbang banyak kasus di Jakarta. Setidaknya sejak Mei hingga November, sudah ada 4 klaster dengan total 359 kasus. Penularan dari klaster pesantren di Jakarta paling banyak terjadi pada Oktober.

Hingga kemarin, Satgas Covid-19 mencatat penambahan kasus di Jakarta mencapai 1.015. Secara kumulatif, total kasus di Jakarta masih yang tertinggi di Indonesia yakni lebih dari 129 ribu.


Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM

Sudah Negatif Covid, Perlu Swab Ulang?

Kabar Baru Jam 8

Strategi Pengusaha Hotel dan Resto Merespons PPKM