ADVERTORIAL

Pandemi Masih Mengancam, Tunda Keinginan untuk Mudik Lebaran Tahun ini

"Bahaya saat Pandemi COVID-19 masih mengancam. Tinggallah di rumah. Jangan mudik dulu lebaran ini," ujar Prof. Cissy, Rabu (28/4).

RAGAM

Kamis, 29 Apr 2021 13:51 WIB

Pandemi Masih Mengancam, Tunda Keinginan untuk Mudik Lebaran Tahun ini

Ilustrasi. Calon penumpang berjalan menuju bus di Terminal Arjosari, Malang, Jawa Timur, Rabu (28/4/2021).ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj.

Jakarta - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita Sp .A (K), M.Sc, PhD meminta masyarakat bersabar untuk tidak mudik dulu pada lebaran tahun ini. Alasannya, saat ini bahaya pandemi Covid-19 masih mengancam.

"Bahaya saat Pandemi COVID-19 masih mengancam. Tinggallah di rumah. Jangan mudik dulu lebaran ini," ujar Prof. Cissy, Rabu (28/4).

Prof. Cissy menambahkan, bersilaturahmi dan saling mendoakan kepada orang tua dan saudara di kampung halaman tetap bisa dilakukan, meski dari jauh. Masyarakat diingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, yakni dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Termasuk kepada masyarakat yang sudah vaksinasi lengkap.

"Walaupun anda sudah vaksinasi lengkap masih bisa tertular dan menulari. Tetap patuhi protokol kesehatan. Salam sehat," kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Imunisasi Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni) ini.

Sebelumya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito juga menyampaikan, Indonesia merupakan negara dengan perkembangan pandemi Covid-19 yang dapat terkendali. Tren baik ini masih dapat terjaga, jika dibandingkan negara-negara di dunia yang mengalami kenaikan kasus. World Health Organization (WHO) mencatat 5 negara dengan kasus aktif tertinggi ialah Amerika Serikat (6.812.645), India (2.822.513), Brazil (1.099.201), Peracis (995.421) dan Turki (506.899).

Ancaman muncul dari dalam negeri seiring masuknya periode bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri yang sangat terkait dengan tradisi mudik, atau bepergian yang berpotensi meningkatkan penularan antar daerah.

"Untuk masyarakat diminta bersabar sejenak untuk tidak mudik dan bersilaturahmi bersama sanak saudara selama lebaran," kata Prof. Wiku.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10