Bagikan:

Covid-19 Melonjak, Pemkab Banjarnegara Intensifkan Operasi Masker di Pusat Keramaian

“Harus kita akui, bahwa penggunaan masker ini, beberapa bulan terakhir ini menurun drastis. Sesuai instruksi presiden, kita mengintensifkan operasi yustisi, kaitannya penggunaan masker"

NUSANTARA

Jumat, 11 Feb 2022 16:12 WIB

Covid-19 Melonjak, Pemkab Banjarnegara Intensifkan Operasi Masker di Pusat Keramaian

Razia penggunaan masker di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (10/2/22). (Foto: Antara/Muhammad Iqbal)

KBR, Banjarnegara – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah kembali mengintensifkan operasi yustisi penerapan protokol kesehatan di pusat-pusat keramaian mulai akhir pekan ini.

"Hal itu untuk mencegah meluas dan melonjaknya kasus Covid-19 di Banjarnegara," kata Kepala Satpol PP Banjarnegara, Esti Widodo, di Banjarnegara, Jumat (11/2/2022).

Ia mengatakan, operasi yustisi akan digelar di pasar, pusat perbelanjaan, pusat keramaian hingga tempat wisata.

Kata dia, meski bertajuk operasi yustisi, Satgas Covid-19 tidak menerapkan sanksi, hanya menerapkan imbauan disiplin protokol kesehatan.

Esti Widodo menjelaskan, berdasarkan evaluasi Satgas Covid-19 Banjarnegara, peningkatan kasus virus korona akhir-akhir ini disinyalir disebabkan menurunnya kedisiplinan penerapan prokes. Salah satunya pemakaian masker.

“Harus kita akui, bahwa penggunaan masker ini, beberapa bulan terakhir ini menurun drastis. Sesuai instruksi presiden, kita mengintensifkan operasi yustisi, kaitannya penggunaan masker. Kita mengingatkan kembali masyarakat untuk mengenakan masker di tempat-tempat keramaian,” jelas dia.

Berita lainnya:

Esti melanjutkan, pendisiplinan prokes dan percepatan vaksinasi menjadi prioritas Pemkab Banjarnegara untuk segera mengendalikan laju penularan covid-19, terutama varian omicron.

Selain penerapan prokes di pusat keramaian, Pemkab Banjarnegara juga memastikan prokes ketat dilakukan di sekolah yang menggelar PTM.

"Sambil menunggu perkembangan, Pemkab Banjarnegara berencana akan menerapkan PTM terbatas, dengan sistem ganjil-genap," pungkas Esti Widodo.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Most Popular / Trending