Kerjasama KBR dengan SATGAS COVID-19

Presisi dan Hati-hati, Prinsip Pemerintah dalam Menentukan Prioritas Penerima Vaksin

Studi Yan et Al tahun 2021, menyatakan bahwa memprioritaskan tenaga kerja bertujuan mempertahankan pelayanan esensial dan vital bagi masyarakat di tahap awal vaksinasi.

RAGAM

Jumat, 26 Feb 2021 22:18 WIB

Author

Paul M Nuh

Presisi dan Hati-hati, Prinsip Pemerintah dalam Menentukan Prioritas Penerima Vaksin

Vaksinasi masal COVID-19 bagi petugas pelayanan publik di Kantor Pemerintah Kota Tangerang, Tangerang, Banten, Jumat (26/2/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.

JAKARTA - Program vaksinasi tahap 2 telah dimulai pemerintah. Kali ini pegawai sektor pelayanan publik, warga lanjut usia (lansia), guru dan tenaga pengajar, serta wartawan dan pekerja media yang dinilai berisiko terpapar Covid-19 menjadi prioritas penerima vaksin.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa pelaksanaan tahap 2 sudah dimulai sejak Rabu, 24 Februari 2021. Dan dalam memutuskan kelompok penerima prioritas, pemerintah menggunakan berbagai pertimbangan presisi dan berkeadilan serta sejumlah aspek lainnya.

Saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (25/2/2021), Wiku merinci beberapa pertimbangan yang dilakukan pemerintah. Di antaranya kondisi lingkungan pekerjaan, kondisi kesehatan, intensitas aktivitas dan mobilitas serta situasi Covid-19 dilingkungan tempat tinggal. Sedangkan pertimbangan prioritas daerah, mempertimbangkan situasi Covid-19 di daerah, kesiapan sarana dan prasarana penyimpanan vaksin dan penyelesaian target vaksinasi tahapan sebelumnya.

"Pada prinsipnya pemerintah sangat presisi dan berhati-hati dalam menentukan prioritas ini," imbuh Wiku.

Wiku menuturkan, sesuai dengan temuan dalam hasil studi Yan et Al tahun 2021, menyatakan bahwa memprioritaskan tenaga kerja bertujuan mempertahankan pelayanan esensial dan vital bagi masyarakat di tahap awal vaksinasi. Sedangkan memprioritaskan kelompok lansia, bertujuan menekan angka kasus Covid-19 yang parah dan mengancam lamanya waktu rawat inap yang dibutuhkan pasien.

Selain itu juga dapat mengancam kebutuhan masyarakat umum tanpa gangguan dan tidak rentan. Dan masyarakat umum yang tidak terpapar Covid-19 ini dibutuhkan untuk menyempurnakan tahapan sebelumnya mengurangi infeksi gejala dan mengentikan penularan.

Masyarakat yang memenuhi syarat dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan divaksinasi. Sehingga program vaksinasi dapat berhasil terselenggara.

(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)