Maaf Saja Tak Cukup untuk Kecerobohan PLN

Inilah pecut bagi PLN untuk bertanggung jawab pada publik yang dilayaninya. Tanpa itu, PLN mungkin jumawa saja sebagai pengendali utama urusan kelistrikan.

OPINI | EDITORIAL

Selasa, 06 Agus 2019 00:26 WIB

Author

KBR

Pekerja sedang melakukan pemeliharaan jaringan listrik

Pekerja melakukan perawatan jaringan listrik. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja).

Maaf mungkin cukup kalau ini hanya urusan personal. Tapi maaf tak cukup atas kelalaian pelayanan publik yang menyebabkan kerugian akibat mati listrik selama 9 jam  kemarin. Maaf tak cukup sampai-sampai justru Presiden Joko Widodo yang menghampiri PLN  untuk minta penjelasan. Jokowi tak puas dengan penjelasan "bapak ibu yang pintar" - begitu Jokowi menyebut jajaran direksi PLN. Publik juga tak puas kalau hanya dapat maaf.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sudah membuka pintu gugatan kepada PLN. Kementerian bahkan akan menerbitkan aturan soal kewajiban PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak mati listrik. Jangan lupa juga kalau aturan Undang-undang Ketenagalistrikan menyebut konsumen berhak ganti rugi jika ada pemadaman akibat kesalahan pengelola listrik. Dan ini tak lain tak bukan: PLN.

Inilah cambuk supaya PLN meningkatkan mutu. Inilah pecut bagi PLN untuk bertanggung jawab pada publik yang dilayaninya. Tanpa itu, PLN mungkin jumawa saja sebagai pengendali utama urusan kelistrikan. Sudah semestinya perusahaan sebesar dan sepenting PLN punya rencana darurat sehingga mati listrik tak perlu semasif kemarin. Kejadian kemarin membuka mata kita akan tidak adanya rencana cadangan, tidak adanya sistem yang menunjang.

PLN mesti memperbaiki kualitas. Sementara warga juga tak perlu ragu mempraktikkan haknya untuk menggugat layanan publik yang terlanjur acakadut.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - EDITORIAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun