Share This

Usai Libur Bersama

Silaturahmi ke kampung halaman jadi energi baru untuk beraktifitas di dunia nyata, juga maya.

OPINI , EDITORIAL

Jumat, 30 Jun 2017 10:00 WIB

Ilustrasi. (Foto: Muji Lestari)

Ilustrasi. (Foto: Muji Lestari)

Libur bersama berakhir sudah. Hari-hari ini jutaan orang balik bersama kembali ke tempat mencari penghidupan. Sepekan cuti bersama semestinya bisa jadi penambah semangat untuk menuju hidup yang lebih baik. Silaturahmi ke kampung halaman jadi energi baru untuk beraktifitas di dunia nyata, juga maya.

Melalui aplikasi peta daring kita bisa memantau pergerakan pemudik. Hampir di semua jalur mudik di Pulau Jawa diwarnai kemacetan. Dari peta daring, tampak warna merah yang pekat. Pertanda di jalan itu terjadi kemacetan akibat arus balik. Untungnya saat ini teknologi memungkinkan pemudik mencari alternatif. 

Sesungguhnya untuk itulah teknologi dikembangkan. Membantu manusia dengan alternatif untuk mengambil suatu keputusan. Bukan untuk merusak atau mengacaukan silaturahmi dengan hoaks dan semacamnya seperti yang belakangan kerap terjadi di dunia maya. Silaturahmi retak lantaran jari terlalu mudah membagi informasi tak benar atau asal berkomentar tanpa pikir panjang terlebih dahulu. Dulu orang bilang mulutmu harimaumu, kini jarimu bisa jadi harimau yang menerkammu.

Mumpung Lebaran belum lama berlalu dan silaturahmi kembali rekat usai cuti bersama, saatnya untuk menata jari. Hingga ketika kembali beraktifitas pekan depan semangatnya adalah saling membantu. Seperti teknologi yang membantu manusia menuju kehidupan yang lebih baik. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.