Hari Keadilan Sosial Sedunia

Peringatan untuk mengetuk semua orang, terutama yang punya kuasa, untuk mencari solusi bersama mengatasi kemiskinan, orang-orang yang tak punya pekerjaan serta mereka-mereka yang terpinggirkan.

OPINI , EDITORIAL

Rabu, 20 Feb 2019 00:49 WIB

Author

KBR

Ilustrasi: Hari Keadilan Sosial Sedunia

Ilustrasi: Hari Keadilan Sosial Sedunia (Foto: Pexels)

Setiap 20 Februari, organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa  memperingati Hari Keadilan Sosial Sedunia. Peringatan ini tidak sepopuler hari antikorupsi internasional, atau hari HAM internasional. Banyak orang tidak mengenal atau mengetahui maksud PBB mencanangkan hari peringatan internasional sejak 11 tahun lalu.

Peringatan Hari Keadilan Sosial Sedunia adalah untuk menyerukan semua negara di dunia agar menjalankan sistem perekonomian berdasarkan keadilan, kesetaraan dan tanggung jawab bersama. Negara wajib mengeliminasi segala bentuk ketidakadilan, ketimpangan dan diskriminasi sosial agar tiap manusia dihargai dan punya harga diri. 

Tidak boleh ada ketidakadilan bagi orang miskin, buruh, dan kelompok-kelompok lain yang tersisih secara sosial. Peringatan yang jatuh Selasa kemarin adalah untuk mengetuk semua orang, terutama yang punya kuasa, untuk mencari solusi bersama mengatasi kemiskinan, orang-orang yang tak punya pekerjaan serta mereka-mereka yang terpinggirkan. Kelompok ini juga meliputi masyarakat adat, masyarakat Papua, hingga mereka-mereka yang tersisihkan karena orientasi seksual berbeda, aliran kepercayaan, etnis dan lain-lain.

Ini merupakan mandat dari Sidang Umum PBB pada 2007 lalu, kepada seluruh negara anggota PBB. Sayangnya, peringatan itu lewat tanpa perhatian dari pemerintah. Begitu juga para wakil rakyat. Para pejabat dan politisi lebih mementingkan pertarungan pemilu 2019 ketimbang merefleksikan upaya-upaya apa yang sudah dan akan dilakukan untuk mewujudkan keadilan sosial. Padahal itu juga termaktub dalam dasar negara ini dan seharusnya jadi PR bersama.  

pbb
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.