Rekonsiliasi

Tak ada lagi 01 dan 02, kata Jokowi, yang ada hanya Garuda Pancasila.

OPINI | EDITORIAL

Senin, 15 Jul 2019 00:31 WIB

Author

KBR

Jokowi pidato visi Indonesia

Jokowi pidato visi Indonesia (Foto: Socmed)

Pidato Joko Widodo  semalam tampak begitu bersemangat, disambut dengan kemeriahan yang tak kalah membahana. Ini adalah pidato pertama Jokowi setelah memenangkan pertarungan Pemilu Pilpres.

Dalam pidato semalam, Jokowi mengurai lima kunci perubahan yang harus dilakukan Indonesia. Selain itu Jokowi bicara soal dinamika politik dan demokrasi. Soal dukung mendukung, soal menjadi militan. Juga soal mulianya menjadi oposisi, selama tak menimbulkan dendam dan kebencian. Apalagi yang sampai melibatkan hinaan dan cacian.

Pernyataan Jokowi ini terasa makin bermakna karena sehari sebelumnya Jokowi untuk kali pertama bertemu Prabowo setelah pertarungan sengit di Pemilu Pilpres. Di situ pula, Prabowo untuk pertama kalinya memberikan ucapan selamat atas kemenangan Jokowi. Tak ada lagi 01 dan 02, kata Jokowi, yang ada hanya Garuda Pancasila. Karena Pancasila adalah rumah kita bersama.

Prabowo sudah menunjukkan sikapnya secara terbuka dan legowo lewat pertemuan dan ucapan selamat bagi Jokowi. Yang di akar rumput, ternyata lain soal – karena banyak yang tak terima dengan rekonsiliasi ini. Tapi suri tauladan telah ditorehkan. Dan publik mesti melihat ini sebuah upaya merekatkan kembali Indonesia yang dijauhkan oleh perbedaan pandangan politik. 

PR kita terlalu besar dan banyak untuk terus menerus bertikai. Lebih baik energi kita dihabiskan untuk mendorong perubahan, menggerakkan Indonesia ke panggung dunia; ketimbang bertikai tak putus-putus. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - OPINI

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Koalisi Gemuk Pemerintah Dinilai Ancam Demokrasi