Rusuh Laga PSIM VS Persis, Ini Penjelasan Kapolresta Solo

"Sudah kita sampaikan juga ke grup dari Pasopati maupun suporter lainnya. Kita juga sudah antisipasi untuk suporter yang berangkat sendiri-sendiri."

BERITA | OLAHRAGA

Selasa, 22 Okt 2019 09:39 WIB

Author

Yudha Satriawan

Rusuh Laga PSIM VS Persis, Ini Penjelasan Kapolresta Solo

Polisi mengamati mobil dinas yang dirusak massa di halaman Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Senin (21/10). (Foto: Antara/Andreas F.)

KBR, Jakarta- Polresta Solo, Jawa Tengah sudah melarang para suporter Persis Solo, Pasopati, datang menonton langsung  saat laga tandang menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Mandala Krida Yogyakarta kemarin. Kapolresta Solo, Andy Rifai mengatakan polisi sudah melakukan penjagaan di akses keluar masuk kota Solo mencegah para suporter laskar Sambernyawa bertandang ke tetangganya.

"Kalau untuk suporter kemarin sudah kita sampaikan ke Korlapnya untuk tidak ke Jogja. Kemarin sudah kita sampaikan juga ke grup dari Pasopati maupun suporter lainnya. Kita juga sudah antisipasi untuk suporter yang berangkat sendiri-sendiri." Ujar Kapolresta Solo, Andy Rifai.

Laga Persis Solo lawan PSIM Yogyakarta berlangsung rusuh. Skor 3-2 untuk kemenangan Persis Solo berakhir ricuh saat suporter dan sejumlah personil tim terlibat konflik di lapangan.

Akibatnya, beberapa orang mengalami pemukulan. Bahkan di luar stadion massa membakar mobil polisi.

Menjelang laga, ratusan suporter Persis Solo dihadang polisi dari Polres Klaten di perbatasan Klaten- Jogjakarta. Mereka dicegah melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. 

PSSI

Suporter Tim Nasional (Timnas) Indonesia juga rusuh saat pertandingan Laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis malam (5/9/2019). Dalam pertandingan melawan Timnas Malaysia itu, suporter Indonesia menunjukkan poster berisi hinaan, melempar botol plastik, menyalakan bom asap, melompati pagar pembatas, bahkan ada yang berusaha menyerang suporter lawan.

Setelah pertandingan ditutup dengan kekalahan Indonesia, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi langsung meminta maaf kepada pihak Malaysia.

“Kehadiran saya untuk menyampaikan langsung permohonan maaf atas nama masyarakat dan pemerintah Indonesia, atas peristiwa tidak mengenakkan, atas ulah oknum suporter yang semalam kita lihat bersama,” kata Imam dalam jumpa pers di Jakarta, seperti dikutip Antara, Jumat (6/9/2019).

Menpora Malaysia Syed Saddiq pun sudah memberi tanggapan atas insiden ini.

"Kita pastikan bahwa Malaysia dan Indonesia akan tetap bersama. Kita sahabat serumpun. Kita akan pastikan bahwa silaturahim akan terjaga,” kata Menpora Malaysia, seperti dikutip Antara (6/9/2019).

Kendati sudah memaafkan, Menpora Malaysia tetap meminta aparat Indonesia menindak tegas oknum suporter yang membuat kerusuhan.


PSSI Harus Tanggung Jawab

Setiap tindak pidana yang terjadi dalam pertandingan olahraga diatur secara khusus lewat lex sportiva atau asas hukum dunia olahraga.

Dalam dunia persepakbolaan nasional, lex sportiva itu tertuang dalam Kode Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Kode Disiplin PSSI berlaku bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan sepak bola di Indonesia, mulai dari Anggota PSSI, ofisial, pemain, hingga penonton.

Dan untuk kasus penonton rusuh, Kode Disiplin PSSI sudah menetapkan aturan di Pasal 70 yang berbunyi:

"Klub tuan rumah, atau badan yang menunjuk atau mengawasi panitia pelaksana pertandingan tertentu bertanggung jawab atas tingkah laku buruk penonton sebagaimana diatur dalam ayat (1), terlepas daripada alasan lengahnya pengawasan panitia pelaksana pertandingan."

Mengacu pada aturan tersebut, PSSI selaku tuan rumah, badan pengawas, sekaligus badan penunjuk panitia pertandingan, tentu menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas aksi rusuh suporter Indonesia.


Hukuman Denda

Kode Disiplin PSSI mengatur bahwa kasus "tingkah laku buruk penonton" diganjar sanksi denda dengan besaran variatif. Beberapa di antaranya adalah:

  • Bom asap: denda Rp50 juta untuk 1 kali penyalaan.
  • Pelemparan botol atau kaleng minuman kosong: denda Rp30 juta untuk 1-10 benda yang dilempar.
  • Menampilkan slogan yang bersifat menghina: denda Rp20 juta per objek.
  • Memasuki lapangan permainan tanpa izin: denda Rp30 juta untuk satu orang.

Dengan demikian, tanpa perlu menunggu sanksi dari FIFA selaku otoritas sepak bola internasional, PSSI harusnya bisa segera menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab, dan menegakkan Kode Disiplin yang dibuatnya sendiri.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik