Kasus Covid-19 Melonjak, RSUD Soetrasno Rembang Penuh

“Semula orange, turun menjadi kuning, kini naik lagi ke fase merah,“

NUSANTARA | RAGAM

Minggu, 06 Des 2020 19:41 WIB

Author

Musyafa

Kasus Covid-19 Melonjak, RSUD Soetrasno Rembang Penuh

RSUD dr. R.Soetrasno. (Foto: Pemkab Rembang)

KBR, Rembang-   Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang, Imam Maskur membeberkan data bahwa saat ini penyebaran Covid-19 di Kabupaten Rembang kian melonjak. Bahkan 102 tempat tidur di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. R Soetrasno Rembang sudah penuh.

Imam Maskur mengungkap informasi tersebut ketika berpamitan dalam forum serah terima nota pelaksanaan tugas dari Pjs Bupati kepada Bupati Rembang, di Pendopo Museum Kartini, hari Minggu (06 Desember 2020).

Imam Maskur menjelaskan pada waktu awal ia bertugas di Kabupaten Rembang, kondisi sebaran Covid-19 masuk fase orange. Setelah pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memacu selama 1,5 bulan terakhir, Kabupaten Rembang membaik turun menjadi zona kuning. Tapi keadaan sekarang, Kabupaten Rembang meningkat lagi, ke kategori zona merah.

Berdasarkan hasil analisa, diduga karena pengaruh pasar di wilayah Kabupaten Pati sempat ditutup, kemudian pedagang berjualan ke pasar di Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang yang merupakan titik perbatasan antarkabupaten. Selain itu, faktor libur panjang turut memacu penambahan angka penderita Covid-19.

“Semula orange, turun menjadi kuning, kini naik lagi ke fase merah,“ bebernya.

Imam menambahkan dari total 102 tempat tidur di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, termasuk ruang isolasi, kondisinya sudah penuh. Rumah sakit berupaya memperbanyak tempat tidur, ditargetkan dalam waktu 2 Minggu kedepan, akan ditambah 14 unit tempat tidur.

“Muda-mudahan meski tempat tidur ditambah, nggak sampai ada penambahan penderita Covid-19,“ imbuh Imam.

Menurutnya, saat ini penularan cukup tinggi berada di Kota Rembang. Mayoritas masyarakat memang sudah mematuhi protokol kesehatan, tapi lalu lalang dan mobilitas warga juga sangat tinggi, sehingga ikut berpengaruh.

“Titip sama pak Bupati, hulunya penerapan protokol kesehatan harus tetap kenceng. Sedangkan hilirnya di rumah sakit, diperkuat untuk menangani pasien. Apalagi hanya ada 1 dokter spesialis paru di situ,“ paparnya.

Pantauan  di   RSUD dr. R Soetrasno Rembang, korban meninggal akibat memiliki riwayat penyakit penyerta dan terpapar Covid-19, terus meningkat.  Seorang petugas di kamar mayat RSUD dr. R Soetrasno menyebut pernah dalam sehari ada 9 korban meninggal dunia. Hasil swab mereka positif Covid-19.

“Jujur saja sempat pontang-panting, bayangkan sehari ada 9 jenazah yang harus dipulasara dengan protokol kesehatan. Belakangan ini kadang 2, 3 atau 4 jenazah per hari. Seperti inilah kondisi di sini sekarang. Kalau di luar ada warga yang bilang Covid-19 tidak ada, rasanya benar-benar sangat menyakiti hati kami,“ ujarnya.

Editor: Rony Sitanggang


(Redaksi KBR mengajak untuk bersama melawan virus covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi