93 Korban Jiwa Gempa Pidie Sudah Teridentifikasi

Korban luka ringan dan berat tercatat sebanyak 666 orang.

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 11 Des 2016 16:01 WIB

Author

Ade Irmansyah

93 Korban Jiwa Gempa Pidie Sudah Teridentifikasi

Masjid ambruk akibat gempa. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Aceh melaporkan sebanyak 93 korban meninggal akibat gempa di Pidie Jaya, Aceh sudah teridentifikasi. Sementara untuk korban luka ringan dan berat tercatat sebanyak 666 orang.

Menurut juru bicara BPB Aceh, Heni Nurmayani, sebanyak 1.616 relawan dari 103 instansi terus melakukan pencarian korban dan penanganan korban.

"Kalau total jumlah koban jiwa yang meninggal yang sudah teridentifikasi 93 orang dari total 101. Kemudian luka-luka juga masih 666 jiwa. Kemudian data kerusakan masjid 58 unit, madrasah 88 unit. Kerusakan rumah 11.378 unit, ruko 109 uni, kantor desa 5 unit, jalan lingkungan 14.800 meter. Jembatan desa 50 unit, kantor pemerintahan 4 unit, sekolah 188 unit berdasarkan data yang masuk dari Dinas Pendidikan Aceh," ujarnya saat dihubungi KBR, Minggu (11/12).

Sementara untuk pengungsi saat ini mencapai 65.064 jiwa yang tersebar di 94 titik di tiga Kabupaten di Aceh. Heni mengatakan, pihaknya sudah memberikan santunan bagi keluarga korban meninggal sebesar 15 juta per orang.

"Kemudian penanganan pengungsi air bersih dukungan lain-lain semua bantuan telah disalurkan sesuai dengan kebutuhan posko masing-masing dimana sistem pengajuan kebutuhan logistiknya itu berdasarkan usulan dari perangkat desa masing-masing dan diteruskan ke Kecamatan serta Kabupaten. Kemudian PLN di Pidie Jaya telah berkomitmen untuk terus memperbaiki dan memberikan suply listrik kepada masyarakat," ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga tengah mengusahakan dana bantuan untuk kerusakan rumah dari BNPB yang direncanakan diberikan sebesar 40 juta untuk rusak berat dan 20 juta untuk rusak sedang. Kata dia pihaknya masih terus mendata kerusakan rumah hingga masa tanggap darurat berakhir.

"Rencananya ini baru bisa disaluri setelah masa tanggap darurat berakhir dan data yang masih dilakukan ini perhitungannya nanti dikunci," tambahnya.

Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bangun Lumbung Pangan, Jokowi Tunjuk Kemenhan Bukan Kementan