Tak Ada Jaringan PDAM, Puluhan Tahun Warga Pinggiran Balikpapan Gunakan Sumur Tadah Hujan

Kalau musim kemarau warga Kelurahan Karangjoang kesulitan air, karena sumur-sumur tadah hujan kering.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 31 Des 2015 16:55 WIB

Author

Teddy Rumengan

Tak Ada Jaringan PDAM, Puluhan Tahun Warga Pinggiran Balikpapan Gunakan Sumur Tadah Hujan

Ilustrasi. Warga di Dusun Secang, trenggalek mengantri air bersih. Foto: KBR/Adhar Muttaqin

KBR, Balikpapan– Puluhan tahun warga pinggiran Kota Balikpapan atau tepatnya di Kelurahan Karangjoang Kecamatan Balikpapan Utara yang berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegera (Kukar) tidak mendapat akses layanan air bersih dari PDAM.


Tokoh masyarakat yang juga Ketua RT 46 Kelurahan Karingau Kecamatan Balikpapan Utara Slamet Usman mengatakan, selama ini warga Kelurahan Karangjoang hanya mengandalkan sumur tadah hujan.


Sehingga kata Slamet, kalau musim kemarau warga Kelurahan Karangjoang kesulitan air, karena sumur-sumur tadah hujan kering. Di Kelurahan Karangjoang yang merupakan jalan poros Balikpapan – Samarinda itu jumlah warga mencapai puluhan ribu atau 48 RT.


“Itu mengandalkan semua sumur tadah hujan. Nah kalau cuci dan mandi itu hampir 1 kilometer (jarak) karena air (PDAM) tadi gak nyampe ke kita. Kata pak Abdulloh (ketua DPRD Balikpapan) nanti ditinjau sama PU rencana akan dibangun sumur bor, tapi untuk per 3 RT hanya satu diberikan. Itu jadi permasalahan,” kata Slamet Usman, Kamis (31/12/2015).


Dia menambahkan, jika hanya dibangunkan satu sumur bor untuk warga di tiga RT maka akan menjadi masalah. Karena jarak masing-masing RT di Kelurahan Karangjoang Balikpapan Utara itu cukup jauh, rata-rata jaraknya mencapai 1 kilometer.


Selain di Kelurahan Karingau, puluhan ribu warga pinggiran di Kecamatan Balikpapan Timur juga mengalami nasib yang sama karena puluhan tahun juga tidak menikmati air bersih PDAM. Mereka selama ini hanya mengandalkan air sumur tadah hujan.


Rata-rata warga dipinggiran Kota Balikpapan baik di Kecamatan Balikpapan Utara maupun Balikpapan Timur berprofesi sebagai petani maupun nelayan. Sehingga jika harus membeli air mereka mengaku tidak mampu, karena harganya rata-rata diatas Rp 120 ribu per tangki.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri