Share This

Jembatan Putus, 6 Desa di Aceh Tenggara Terisolir

"Harga barang di 6 desa itu sudah tidak terkendali karena jalur distribusi pangan baik jalan maupun jembatan tak bisa dilewati"

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 28 Nov 2018 15:31 WIB

Jembatan Putus, 6 Desa di Aceh Tenggara Terisolir

Banjir yang menerjang Kabupaten Aceh Tenggara. (Foto: BPBD Aceh Tenggara)

KBR, Aceh Tenggara – Sebanyak enam desa di Kecamatan Lauser, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, terisolir setelah jembatan rangka baja di kawasan Paya Babi putus dan hanyut dibawa banjir, Rabu (28/11/2018). Jembatan ini merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan keenam perkampungan di kaki Gunung Lauser yakni Desa Bunbun Indah, Permata Musara, Serakut, Bunbun Alas, dan Akhih Mejile.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Irwan mengatakan, aktivitas masyarakat di wilayah ini lumpuh total. Selain itu sejumlah ruas jalan raya juga belum bisa dilewati lantaran tertimbun material banjir berupa lumpur, batu dan kayu. 

"Akibat banjir jembatan putus sepanjang 20 meter. Jadi keenam desa saat ini terisolir dari akses darat," kata Irwan kepada KBR, Rabu (28/11/2018).

Menurut Irwan, dampak dari terisolirnya 6 desa tersebut, harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Untuk itu BPBD sudah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi banjir menggunakan perahu karet untuk mendistribusikan logistik serta melakukan evakuasi kepada warga.

BPBD juga sudah meminta bantuan logistik tambahan bagi warga yang terjebak banjir kepada Pemprov Aceh.

"Harga barang di 6 desa itu sudah tidak terkendali karena jalur distribusi pangan baik jalan maupun jembatan tak bisa dilewati. Kami sekarang terus memasok bantuan ke sana," tutur Irwan.

Sebelumnya, sebanyak 60 unit rumah di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, rusak diterjang bencana alam banjir bandang pada Selasa (27/11/2018). Catatan BPBD Aceh Tenggara menunjukkan sekitar seribuan unit rumah terendam banjir di 8 desa yang tersebar di 3 kecamatan, mulai Desa Natam Baru, Lawe Metangur, Bunbun Indah, Permata Musara, Serakut, Bunbun Alas, Akhih Mejile, dan Tuah Kekhine.

Baca juga: 

Editor: Friska Kalia 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.