Bagikan:

Jurnalis Semarang Memprotes Aksi Brutal Polisi Makassar

Ratusan Jurnalis se-kota Semarang berdemonstrasi di depan Markas Besar Polda Jawa Tengah, Kantor gubernuran dan sepanjang Jalan Pahlawan kota Semarang, Jumat (14/11). Mereka menggelar aksi damai memprotes kekerasan yang dilakukan polisi Makassar.

NUSANTARA

Jumat, 14 Nov 2014 18:16 WIB

Author

Nurul Iman

Jurnalis Semarang Memprotes Aksi Brutal Polisi Makassar

jurnalis, semarang, makassar

KBR, Semarang - Ratusan Jurnalis se-kota Semarang berdemonstrasi di depan Markas Besar Polda Jawa Tengah, Kantor gubernuran dan sepanjang Jalan Pahlawan kota Semarang, Jumat (14/11). Mereka menggelar aksi damai memprotes kekerasan yang dilakukan polisi Makassar. 


Para jurnalis menuntut ditegakkannya keadilan bagi para korban tindak kekerasan yang dilakukan oleh polisi, serta meminta pihak-pihak yang terkait untuk meminta maaf dan diproses sesuai hukum yang berlaku. 


Para Jurnalis juga membentangkan beberapa poster dan spanduk yang salah satunya bertuliskan "sakitnya tuh di sini" dan "jurnalis kawan bukan lawan".


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan polisi. Dia menyatakan, tindak kekerasan terhadap wartawan saat melakukan tugas peliputan harus diakhiri. 


"Gaya-gaya kekerasan itu sudah tidak zaman, kampungan. Mereka (wartawan, red.) pemberi informasi kepada masyarakat. Tak perlu emosi dan kita juga membutuhkan pemberitaan terkait dengan kegiatan yang kita lakukan," tegas Ganjar. 


Hal tersebut disampaikan Ganjar menanggapi insiden pemukulan polisi terhadap empat wartawan saat meliput unjuk rasa kenaikan harga BBM di kampus Universitas Negeri Makassar, Kamis (13/11).


Aparat kepolisian masuk ke kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) dan menyerang mahasiswa serta para jurnalis secara membabi buta beberapa saat setelah Wakil Kepala Polrestabes Makassar Totok Lisdiarto terluka kena panah.


Selain menyerang masuk ke kampus, polisi juga memukul wartawan yang sedang melakukan peliputan. Empat jurnalis yang menjadi korban pemukulan polisi itu adalah Waldy (Metro TV), Ikrar (Celebes TV), Iqbal (Koran Tempo), dan Aco (TV One).


Editor: Antonius Eko 


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio

Most Popular / Trending