Bagikan:

Enam Keunikan Podcast sebagai Strategi Marketing

Dalam format video atau tulisan memungkinkan adanya kesalahpahaman atas suatu pesan. Namun, podcast bisa mengisi celah tersebut dengan mengomunikasikannya lebih baik. Bisa dengan intonasi, smiling voice, atau ekspresi-ekspresi lain dalam bentuk suara

NUSANTARA | INTERMEZZO | KABAR BISNIS

Senin, 03 Okt 2022 11:08 WIB

Enam Keunikan Podcast sebagai Strategi Marketing

KBR, Jakarta- Podcast tak sekedar berguna untuk menyalurkan hobi atau unek-unek. Tapi, podcast juga bisa menghasilkan cuan atau membuka jalan bagi strategi marketing untuk menjangkau audiens dengan cara yang baru.

Setidaknya ada 35,6 persen pengguna internet di Indonesia yang bisa ditargetkan, menurut data We Are Social 2022. Bahkan pendengar podcast di Indonesia jumlahnya terbanyak kedua di dunia. Amerika Serikat sebagai negara lahirnya podcast saja, kalah. Tak heran, perkembangan podcast di Indonesia sudah melebihi rata-rata dunia.

Peluang ini memberi kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk memperkenalkan bisnisnya. Bahkan tak hanya itu, podcast memiliki beberapa keunikan yang bisa dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran. Apa saja?

1. Audiens yang Multitasking

Karena hanya berupa audio, pendengar tidak memerlukan konsentrasi penuh untuk menikmati podcast. Dengan begitu, podcast cocok bagi audiens yang tidak punya banyak waktu. Mereka bisa mendengarkan sambil melakukan aktivitas lain. Misalnya mendengarkan podcast sambil olahraga, masak, bahkan mandi. Oleh karena itu, kebiasaan pendengar pun bisa disesuaikan dengan strategi pemasaran yang akan direncanakan.

2. Pembahasan Topik yang Mendalam

Dalam format video atau tulisan memungkinkan adanya kesalahpahaman atas suatu pesan. Namun, podcast bisa mengisi celah tersebut dengan mengomunikasikannya lebih baik. Bisa menekankan suatu kata atau kalimat lewat intonasi, smiling voice, atau ekspresi-ekspresi lain dalam bentuk suara (sedih, kecewa, bahagia, dll). Selain itu, karena tidak adanya dukungan visual, podcast harus bisa mendeskripsikan pembahasan dengan jelas dan mendalam. Misalnya mendeskripsikan fungsi, cara kerja, keunikan dari produk yang baru diluncurkan dalam satu episode. Dengan begitu, podcast cara yang tepat untuk membangun brand awareness.

3. Koneksi dan Kepercayaan Audiens

Podcast Insight 2021 menunjukan bahwa 94 persen pendengar podcast di Amerika Serikat cenderung aktif memainkan media sosial dan mengikuti brand atau perusahaan di media sosial. Artinya, podcast bisa digunakan untuk membentuk kepercayaan dengan audiens. Akibatnya, ada koneksi sehingga mereka mengikuti media sosial perusahaan atau brand yang dipercaya. Inilah yang mengindikasikan podcast memiliki audiens yang loyal.

4. Iklan

Semakin besar podcast, maka besar pula kesempatan untuk menjual slot iklan berbayar. Dengan begitu, memungkinkan adanya monetisasi dalam podcast. Meskipun, butuh waktu untuk mendapatkan popularitas dan pendengar dalam jumlah besar.

5. Efisien Membantu Bisnis-bisnis B2B

Bagi bisnis B2C (business to consumer) mungkin lebih mudah meraih konsumen dengan format lain, tapi tidak dengan B2B atau Business to Business. Dilansir dari entrepreneur.com, menurut Sahil Khandwala, pendir, The Indian Dream Podcast, bisnis B2B bisa memanfaat podcast dengan membagikan cerita yang lebih menyoroti kerja keras mereka.

6. Pergeseran Format

Dilansir dari Martech Today, Seth Greene, CEO Market Domination LLC.com menyatakan adanya pergeseran penempatan iklan dan bisnis dari radio dan TV dalam tiga atau beberapa tahun ke depan, sehingga bisa menjadi kesempatan bagi podcast untuk lebih menonjol atau ‘merebut’ cuan.

Di samping pemanfaatannya untuk strategi pemasaran, podcast sebenarnya lebih dari itu. Pada akhirnya, sekarang adalah era informasi. Podcast menjadi salah satu medium untuk mencari informasi. Oleh karena itu, akan lebih baik mengutamakan edukasi dengan promosi sebagai selingan. Konten pun akan lebih menarik dan bermanfaat. (eka)

Sumber: Dikutip dari VGM Studios, quillpodcasting.com, dan entrepreneur.com.

Baca juga: Menelisik Masa Depan Tren Podcast 2022

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending