covid-19

Sudah Sebulan Belasan Desa di Kabupaten Situbondo, Jatim Alami Krisis Air Bersih

Akibatnya, warga harus mencari air bersih hingga menempuh 3 kilometer dari tempat tinggalnya.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 11 Okt 2021 16:22 WIB

krisis air bersih

PMI bersama Tagana mendistribusikan sebanyak 31 ribu liter air bersih untuk warga yang mengalami kesulitan air bersih. (FOTO: ANTARA/M. Ibnu Chazar)

KBR, Situbondo- Intensitas hujan yang masih rendah dan tidak merata membuat kabupaten Situbondo, Jawa Timur masih dilanda kekeringan, hingga memicu krisis air bersih. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencanan Daerah Situbondo, Gatot Trikorawan mengatakan, dampak kekeringan itu dialami belasan desa yang tersebar di empat kecamatan.

“Daerah agak perbukitan, jadinya air bersih itu tergantung dari curah hujan, karena curah hujan sekarang boleh dikatakan masih rendah namun dibagian lain sudah ada, titik air yang ada di sumur-sumur masyarakat belum naik. Sehingga butuh droping air bersih? Iya betul,”ujar Gatot Trikorawan hari ini Senin (11/10/2021) di Banyuwangi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Situbondo, Gatot Trikorawan menyebut, krisis air bersih yang telah melanda sejak sebulan lalu itu imbas dari kemarau panjang.

Akibatnya, warga harus mencari air bersih hingga menempuh 3 kilometer dari tempat tinggalnya.

Baca juga:

Guna mengatasi masalah itu, BPBD Situbondo pun mengupayakan kecukupan kebutuhan warga dengan mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak. Pendistribusian air bersih itu dilakukan menggunakan dua armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter.

BPBD Situbondo pun mendistribusikan air bersih itu dilakukan dengan dua cara, yakni pengisian tandon air bersih serta mengisi air bersih secara bergantian ke setiap rumah penduduk yang dilanda kekeringan.

Pengiriman air bersih tersebut terus dilakukan karena kebutuhan warga terhadap air bersih cukup tinggi. Pasalnya, selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan memasak, air bersih juga digunakan untuk kepentingan yang lainnya. Semisal mandi, dan mencuci pakaian.

Editor:

Muthia Kusuma

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung