Siaga Karhutla, Satu Petugas Perhutani Harus Jaga Hutan 400 Hektare?

"Jumlah tenaga penjaganya belum ideal."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 07 Okt 2019 18:03 WIB

Author

Adi Ahdiat

Siaga Karhutla, Satu Petugas Perhutani Harus Jaga Hutan 400 Hektare?

KPH Kediri menggelar apel siaga pengendalian karhutla di BKPH Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (23/7/2019). (Foto: www.perhutani.co.id)

KBR, Jakarta- Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Perhutani Tulungagung, Jawa Timur, kesulitan menjaga kawasan hutan dari potensi kebakaran ataupun pembalakan liar.

Pasalnya, BKPH Perhutani Tulungagung harus mengawasi hutan seluas lebih dari 16 ribu hektare, namun petugasnya yang ada hanya 40 orang.

Artinya, setiap satu polisi hutan atau mantri di sana "dibebani" tugas mengawasi sekitar 400 hektare hutan.

"Jumlah tenaga penjaganya belum ideal," kata Kepala BKPH Tulungagung Appanudin kepada Antara, Senin (7/10/2019).

Menurut Appanudin, jumlah petugas yang ada saat ini hanya bisa menjalankan fungsi administrasi secara umum. Namun, jika harus menangani hal-hal insidental, seperti kebakaran hutan atau pembalakan liar, petugas mengaku kewalahan.


Kebakaran Hutan di Pegunungan Gondang

Salah satu kasus yang membuat BKPH Tulungagung kewalahan adalah kebakaran hutan di wilayah Pegunungan Gondang, Jawa Timur.

Kepala BKPH Apannudin mengungkap lahan kering di wilayah tersebut kerap dibakar dengan sengaja oleh masyarakat.

"Biasanya pembakaran dilakukan oleh masyarakat pencari rumput, yang menginginkan rumput lebih subur saat musim hujan tiba," jelas Appanudin.

Menurut Pemadam Kebakaran (Damkar) Tulungagung, kebakaran hutan yang terjadi tahun ini juga lebih tinggi dibanding tahun lalu.

"Total ada 55 kebakaran, lima di antaranya di hutan wilayah Gondang," ujar Kabid Damkar Tulungagung Rakidi, seperti dilansir Antara, Senin (7/9/2019).

Adapun rincian hutan yang terbakar adalah Hutan Rakyat Sidomulyo, Hutan Mojoarum, Hutan Notorejo dan Hutan Sidem. Semuanya terletak di bawah pengawasan BKPH Tulungagung.

"Untuk (kebakaran) Hutan Sidomulyo dikarenakan (masyarakat) membersihkan kuburan dengan cara dibakar dan merembet ke hutan rakyat," katanya lagi. 

Menurut data Karhutla Monitoring System Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sepanjang Januari-Oktober 2019 total karhutla di Jawa Timur sudah mencapai 10.000 hektare. Kebakaran ini lebih besar dari tahun lalu yang hanya memakan sekitar 7.200 hektare lahan hutan.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

'Kelas Multikultural' SMK Bakti Karya Parigi

Komunitas Pattas Sosial Kurir Langit Wakili Indonesia dalam Penghargaan Layanan Publik PBB 2020

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kapten Barcelona Lionel Messi Lampaui Rekor Cristiano Ronaldo