Geledah Rumah Jaringan JAD di Kabupaten Cirebon, Densus Temukan Cairan Kimia

"Kami melakukan penggeledahan di rumah LT. Ditemukan sebilah golok, tiga unit handphone, beberapa buku, dan cairan kimia,"

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 15 Okt 2019 08:19 WIB

Author

Frans Mokalu

Geledah Rumah Jaringan JAD di Kabupaten Cirebon, Densus Temukan Cairan Kimia

Tim Densus 88 menangkap LT di rumahnya di Desa Panembahan Kabupaten Cirebon. (Foto: KBR/Frans)

KBR,Cirebon- Tim Densus 88 menangkap LT yang diduga jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD)  Cirebon, Jawa Barat. Sebelumnya Densus juga menangkap dua orang anggota JAD di Kota dan Kabupaten Cirebon. Keduanya adalah B warga Kelurahan Panjunan Kota Cirebon dan YF warga Desa Bojong Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon.

LT warga Desa Panembahan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon ditangkap di rumahnya beserta barang bukti. Dia  diduga kuat satu jaringan dengan B dan YF.

Kapolres Cirebon  Suhermanto mengatakan, setelah  menggeledah kediaman LT petugas menyita sejumlah barang bukti.

"Kami melakukan penggeledahan di rumah LT. Ditemukan sebilah golok, tiga unit handphone, beberapa buku, dan cairan kimia," kata Suhermanto, Selasa (15/10).

Suhermanto belum bisa menjelaskan lebih jauh mengenai peranan yang bersangkutan dalam jaringan tersebut.

"Peranannya belum diketahui, dan barang bukti cairan kimia masih dalam pendalaman tim Densus 88," ungkapnya. 

Ia mengungkapkan,   dari pengembangan sebelumnya   LT masih satu jaringan dengan B dan YF.

"Masih satu jaringan JAD dengan yang kami amankan sebelumnya," ujarnya.


Bripda Nesti

Mabes Polri telah memecat Bripda Nesti Ode Samili, polwan yang diduga terlibat dengan kelompok teroris Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

"Dia sudah dipecat. Kami tegas, siapa pun, baik masyarakat atau polisi yang masuk jaringan teroris, kalau terbukti akan dihukum," kata humas Polri Dedi Prasetyo, seperti dilansir Antara, Jumat (11/10/2019).

Menurut Dedi, Bripda Nesti dipecat berdasarkan hasil pemeriksaan Densus 88 Antiteror. Awalnya Nesti mempelajari paham radikal secara otodidak melalui media sosial. Kemudian ia terpengaruh paham radikal cukup dalam dari JAD.

"Dia (Nesti) dipersiapkan sebagai suicide bomber," kata Dedi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15