Bagikan:

Tekan Harga Beras, Bulog Jateng Golontorkan Raskin Dua Bulan Sekaligus

Penggelontoran raskin dua bulan itu untuk menekan harga beras yang cenderung naik lantaran menipisnya simpanan gabah di tingkat petani.

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 04 Okt 2015 20:48 WIB

Tekan Harga Beras, Bulog Jateng Golontorkan Raskin Dua Bulan Sekaligus

Pedagang beras di pasar tradisional Foto: Muhamad Ridlo KBR

KBR, Banyumas – Badan Urusan Logistik Jawa Tengah menggelontorkan beras khusus untuk masyarakat miskin atau raskin dua bulan sekaligus di bulan Oktober dan November.

Penggelontoran raskin dua bulan itu untuk menekan harga beras yang cenderung naik lantaran menipisnya simpanan gabah di tingkat petani.

Juru Bicara Bulog Sub Divre IV Jawa Tengah, Priyono mengatakan raskin dua bulan sekaligus itu akan dikirimkan ke empat kabupaten yang menjadi wilayah Sub Divre IV, yakni Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Cilacap dan Kabupaten Purbalingga.

Dengan demikian, di tahun 2015 ini Bulog mengirimkan raskin hingga 14 kali.

Priyono yakin penggelontoran raskin dua bulan ini bakal efektif menurunkan laju harga beras yang terus naik. Dia mengklaim, saat ini sudah terjadi tren penurunan harga beras menyusul kiriman pertama raskin pada awal Oktober.

Harga beras premium di sejumlah pasar tradisional mencapai Rp 9500 per kilogram. Sedangkan beras biasa seharga Rp 8500 hingga Rp 8750 per kilogram.

"Saat ini kan kita gelontrokan raskin ke-13 dan 14. Raskin ke-13 dan 14 itu lebih efektif untuk menekan harga beras. Sekarang ini sudah mulai ada tren penurunan. Dalam setahun seharusnya ada 12 bulan, nah nanti di bulan Oktober dua kali (penggelontoran raskin) dan November juga ada dua kali. Jadi semuanya, total dalam setahun ada 14 kali penggelontoran (raskin)," kata Priyono (4/10/2015).

Juru bicara Bulog Sub Divre IV Jawa Tengah, Priyono mengklaim stok beras di gudang Bulog aman hingga Januari 2016 mendatang.

Diperkirakan saat masuk Bulan Februari 2016 stok beras di bulog masih sekira 8000 ton. Ia menambahkan panen raya masa tanam pertama (MT 1) di wilayah Banyumas dan sekitarnya biasanya terjadi pada awal Maret.

Stok 8000 ton untuk satu bulan, ditambah serapan beras dan jatah raskin 2016, diyakini menjamin ketahanan pangan Jawa Tengah wilayah barat selatan.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio

Most Popular / Trending