Naik Gunung Ijen, Seorang Pendaki Asal Bogor Tewas

Korban dan keluarganya memutuskan untuk tidak meneruskan pendakianya, dan memilih turun.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 10 Okt 2015 13:34 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Naik Gunung Ijen, Seorang Pendaki Asal Bogor Tewas

Gunung Raung. (Foto: Friska Kalia/ KBR)

KBR, Banyuwangi - Seorang pendaki gunung asal Bogor, Jawa Barat, bernama Kamarul Zaman, tewas saat mendaki Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur. Dugaan sementara, Kamarul meninggal karena serangan jantung. Kepala Kepolisian Sektor Licin Banyuwangi Jupriadi menjelaskan, korban meninggal dalam perjalanan menuju puskesmas Licin, Kamis (9/10) sekira puku; 06.00 WIB.

Korban bersama istri dan dua anaknya mendaki Gunung Ijen dalam rangka wisata. Mereka mendaki sekitar pukul 03.00 WIB. Di tengah perjalanan, korban mengeluhkan dadanya terasa sakit. Korban dan keluarganya memutuskan untuk tidak meneruskan pendakianya, dan memilih turun.

Setelah tiba di pos Paltuding yang merupakan pintu masuk pendakian Gunung ijen, kondisinya semakin parah. Kemudian keluarga dibantu para penambang langsung membawa korban ke pusat kesehatan terdekat. Namun dalam perjalanan Kamrul Zaman tewas.

“Korban ini turun kemudian dipandu oleh seseorang di sana kemudian dibawa ke Puskesmas Licin. Dari Puskesmas Licin dirasakan oleh dokter yang bersangkutan dan dibantu dengan alat pernapasan, namun kenyataan tidak bisa terbantu, kemudian dari korban tersebut kami rujuk ke Rumah Sakit Umum Banyuwangi. Meninggal 49 tahun umurnya dirasakan ini menurut info dari dokter itu adalah sakit jantung,” kata Jupriadi kepada KBR, Sabtu (9/10).

Sementara itu istri korban Titik mengatakan, sebelum mendaki Gunung Ijen kondisinya sehat dan tidak mengeluhkan gejala apapun. Suaminya baru mengeluh sakit pada bagian dada saat di tengah perjalanan. Mereka pun memutuskan turun.

Ia mengaku sudah mengetahui larangan pendakian ke puncak Gunung Ijen. Namun, menurutnya larangan itu berlaku hanya untuk malam hari saja, sedangkan untuk pagi dan siang hari diperbolehkan.

Sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur III  menutup semua akses pendakian menuju Kawasan Wisata Kawah Gunung Ijen.

Kepala BKSDA Jatim III Sunandar Trigunajasa mengatakan, penutupan aktivitas pendakian dan penambangan ini dilakukan karena ada peningkatan kegempaan Gunung Ijen. Penutupan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para pendaki dan penambang belerang di Kawah Ijen. Pihaknya belum mengetahui sampai kapan penutupan ini akan dilakukan.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN