Demi Stabilitas Pariwisata, Bondowoso Tutupi Data HIV/AIDS

Dinas Kesehatan Bondowoso tak bisa memberikan informasi terkait jumlah penyandang HIV/AIDS di Bondowoso karena akan mempengaruhi stabilitas dan iklim pariwisata di Bondowoso.

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 13 Okt 2015 14:59 WIB

Author

Friska Kalia

Demi Stabilitas Pariwisata, Bondowoso Tutupi Data HIV/AIDS

Ilustrasi. Pita merah (Red Ribbon) tanda peduli HIV/AIDS. (Foto: jakarta.go.id)

KBR, Bondowoso – Dinas Kesehatan Bondowoso, Jawa Timur enggan terbuka terkait jumlah total orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang ada di Bondowoso.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan, Arif Sudibyo mengatakan ia tak bisa memberikan informasi terkait jumlah penyandang HIV/AIDS di Bondowoso karena akan mempengaruhi stabilitas dan iklim pariwisata di Bondowoso.

"Mayoritas usia produktif antara 24 – 40 tahun dengan pekerjaan swasta. Totalnya nanti aja jangan direkam," kata Arif Sudibyo saat ditemui KBR, Selasa (13/10).

Kata Arif, perlu izin Sekretaris Daerah untuk merilis jumlah ataupun data terkait penyandang HIV/AIDS. Untuk itu, pihaknya tak bisa memberikan informasi jika masih terkait dengan HIV/AIDS.

Sementara itu, Anggota Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Timur. Mahbub Djunaidi mempertanyakan alasan yang dipakai Dinas Kesehatan yang tidak memberi informasi terkait jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Bondowoso.

Kata Mahbub, angka itu perlu dipublikasikan untuk mendapatkan penanganan dan penuntasan secara serius dan bukan sekedar menyangkut image atau pencitraan Bondowoso.

"Itu bukan alasan. Justru dengan dipublikasikan manfaatnya akan lebih besar daripada ditutup–tutupi. Saran saya dibuka saja, diinformasikan kepada publik utamanya media. Itu justru menjadi evaluasi apa yang harus diperbaiki, ditanggulangi dan dituntaskan, jangan sekedar pencitraan," kata Mahbub Djunaidi.

Mahbub mengatakan informasi terkait ODHA perlu di informasikan oleh Dinas Kesehatan atau Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) kepada publik. Tentunya, dengan memperhatikan aspek kerahasiaan, seperti yang sudah diatur dalam UU Keterbukaan Informasi Publik.  

"Selama tidak sebut nama dan alamat itu diperbolehkan," pungkasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun KBR menyebutkan, angka Orang Dengan HIV/AIDS di Bondowoso terus meningkat setiap tahun. Pada 2014 lalu Dinas Kesehatan bahkan mengatakan jumlah penyandang HIV/AIDS di Bondowoso mengalami peningkatan sebanyak 30 persen setiap tahun.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rawan Kriminalisasi Kelompok Rentan, Aktivis Minta RKUHP Ditolak