3.500 Rumah Murah di Bangun di Balikpapan

Pemerintah Kota telah menggandeng 14 pengembang untuk membangun 3.500 rumah murah tahap pertama dari seluruhnya 5.000 rumah.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 16 Okt 2015 11:01 WIB

Author

Teddy Rumengan

3.500 Rumah Murah di Bangun di Balikpapan

Ilustrasi - Rumah murah. (Antara Foto)

KBR, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan, Bank Tabungan Negara (BTN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) telah menadatangani MoU rencana pembangunan rumah murah.

Walikota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan,  penandatangan MoU tersebut, merupakan bagian rencama membangun rumah murah yang merupakan bagian dari  program sejuta rumah bagi  masyarakat berpenghasil rendah (MBR) atau dibawah Rp 4 juta.

Menurutnya, Pemerintah Kota telah menggandeng 14 pengembang untuk membangun 3.500 rumah  murah tahap pertama dari seluruhnya 5.000 rumah. Pemerintah Kota  juga akan memberikan segala kemudahan khususnya menyangkut perijinan dalam pembangunan tersebut.

“PNS, TNI, masyarakat swasta, semua kan bisa didukung program sejuta rumah ini. Saya kita ini program percepatan pembangunan, jadi sangat menguntungkan dan sangat baik. Masing-masing pengembang yang akan menyiapkan (lahan). Kebanyakan akan dibangun diwilayah Kecamatan Balikpapan Utara,” kata Rizal Effendi.

Dia menambahkan, harga rumah murah tersebut,  mulai dari Rp120 juta hingga Rp130 juta per unit. Rumah murah itu dapat diangsur melalui melalui kredit pengajuan rumah (KPR) setiap bulan melalui Bank Tabungan Negara (BTN). Namun, kata dia, rumah tersebut harus ditempati, tidak boleh disewakan.

Sebagai info, harga properti di Kota Balikpapan merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia selain Jakarta dan Bali. Di Kota Balikpapan rumah tipe 36 harganya rata-rata mencapai 350 juta.


Editor : Sasmito Madrim 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun