Pandemi Covid, Gubernur Ridwan Kamil: Empat Daerah Zona Merah

"Mungkin risiko dari pengetesan yang sangat masif, menghasilkan kasus yang banyak maka dia zonanya merah. Tapi saya apresiasi agresivitas pengetesannya."

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 15 Sep 2020 10:46 WIB

Author

Arie Nugraha

Pandemi Covid, Gubernur Ridwan Kamil: Empat Daerah Zona Merah

Gubernur Ridwan Kamil suntik uji klinis 2 calon vaksin Covid, di Puskesmas Garuda, Bandung, Jabar, Senin (14/9).

KBR, Bandung-    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan empat daerah masuk dalam kategori zona merah paparan COVID-19 pada satu pekan terakhir ini. Keempat daerah itu adalah Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Cimahi.

Menurut Ridwan khusus untuk Kota Cimahi yang kembali masuk zona merah COVID-19, karena dilakukannya tes masif PCR beberapa waktu lalu. Namun hasil tersebut diimbangi dengan terlampauinya standar WHO untuk tes masif di Kota Cimahi.

"Saya ucapkan selamat. Tapi berita buruknya zonanya merah. Mungkin risiko dari pengetesan yang sangat masif, menghasilkan kasus yang banyak maka dia zonanya merah. Tapi saya apresiasi agresivitas pengetesannya. Mudah-mudahan ini diikuti (daerah lain)," ujar Ridwan dalam keterangan  daring Puskesmas Garuda, Bandung, Senin (14/9).

Ridwan mengatakan secara umum   tes PCR di Jawa Barat sudah terbanyak di Indonesia di luar Jakarta. Tetapi masih mengejar standar WHO.

Ridwan mengatakan tes PCR yang  dilaksanakan di angka 320 ribu. Sehingga dibutuhkan lima pekan lagi, untuk mengejar angka standar WHO yaitu 500 ribu.

"Sebagai standar satu persen dari zona penduduk. Jawa Barat itu definisi secara umum, kita di urutan ke empat kalau kasus. Ada Jakarta, Jatim, Jateng, baru Jabar," sebut Ridwan.

Berdasarkan data dari Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar) pada pukul 16.36 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 14.591 orang. Pasien dalam ruang isolasi atau dalam perawatan 6.443 orang, selesai dilakukan isolasi atau sembuh 7.849 orang dan meninggal 299 orang.

Sementara itu kasus kontak erat sebanyak 44.824 orang, diantaranya 7.473 masih dikarantina. Kasus suspek 74.311 orang dan 1.944 orang masih diisolasi atau dalam perawatan. Sementara kasus probable sebanyak 1.108 orang, 129 orang diantaranya masih diisolasi atau dalam perawatan.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Desakan Menunda Pilkada Serentak