Bagikan:

Desa Terpencil Dapat Program Internet, Pejabat NTT: Kita Saja Internet 'Senin Kamis'

Delapan desa itu tersebar di Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara dan kabupaten Malaka.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 24 Sep 2015 15:08 WIB

Author

Silver Sega

Desa Terpencil Dapat Program Internet, Pejabat NTT: Kita Saja Internet 'Senin Kamis'

Ilustrasi. Layanan internet pedesaan di Kalteng. (Foto: kalteng.go.id)

KBR, Kupang - Kementerian Komuniksi dan Informasi membantu layanan internet untuk delapan desa di Nusa Tenggara Timur, lewat Program Desa Internet.

Dirketur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informati Kementerian Kominfo, Kalamullah Ramli mengatakan delapan desa itu berada di perbatasan dan terpencil.

Nama-nama desa yang mendapat layanan internet diperoleh dari Badan Nasional Pengelola perbatasan (BNPP).

"Tujuan utamanya desa-desa ini kita berikan (layanan internet) kan untuk pemberdayan daerah perbatasan utamanya. Jadi nama desa-desa ini kita dapatkan datanya dari BNPP Badan nasional Pengelola Perbatasan. Atau dia termasuk dalam lokasi prioritas, atau lokasi yang tiga T; tertinggal, terluar, terdepan dan terpencil," kata Ramli di Kupang, kamis (24/09).

Direktur jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika  Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kalamullah Ramli menambahkan, delapan desa itu tersebar di Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara dan kabupaten Malaka.

Penyerahan bantuan layanan internet dilakukan dengan penandatanganan nota kesepakatan antara pemerintah tiga kabupaten dengan Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika kementerian Kominfo di Kupang.

Sementara itu, Pemerinah daerah di NTT tidak mengetahui penetapan desa-desa di wilayahnya sebagai desa intenet dari Kementerian Komunikasi dan Infomatika.

Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengatakan penetapan desa itu tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah.

"Mereka sudah tentukan desanya. Ya inikan untuk internet. Nah kita disini saja pake internet Senin Kamis, apalagi sampai di Amfoang sana. Sehingga sebenarnya menurut saya, kalau bantuan-bantuan dari pusat itu mari kita diskusikan dulu. Saya tadi bicara kepada Pak Dirjen bahwa sebenarnya saya harap sebelum itu harus ada komunikasi," kata Bupati Ayub Titu Eki di Kupang, Kamis (24/9).

Bupati Kupang Ayub Titu Eki menambahkan, banyak bantuan pemerintah pusat yang tidak dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah daerah.

Dia mengatakan bantuan pemerintah pusat yang tidak diketahui pemerintah daerah biasanya tidak bertahan lama.

Dia menyebut bantuan telepon dalam Program Desa Berdering oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Program itu tidak bermanfaatkan, karena tidak satupun telepon di desa yang berfungsi.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?