Bagikan:

Dana Desa Terhambat, Bupati Kupang NTT Sebut Pegawainya Seperti Kerbau

Menurut Ayub Titu Eko, gara-gara pekerja di Dinas Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang bekerja lambat, sampai saat ini belum tuntas memverifikasi administrasi desa.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 09 Sep 2015 16:01 WIB

Author

Silver Sega

Dana Desa Terhambat, Bupati Kupang NTT Sebut Pegawainya Seperti Kerbau

Ilustrasi. (Foto: KBR)

KBR, Kupang - Ada sekitar 160-an desa di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Dari jumlah itu ternyata belum ada satu pun desa yang bisa mencairkan dana desa dari pemerintah pusat.

Bupati Kupang Ayub Titu Eki pun kesal. Ini karena penyebabnya adalah adanya hambatan birokrasi di kabupaten.

Menurut Ayub Titu Eko, gara-gara pekerja di Dinas Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang bekerja lambat, sampai saat ini belum tuntas memverifikasi administrasi desa.

"Selama ini kerja mereka apa saja? Inilah sebenarnya bobrokya mental pegawai kita. Sementara pimpinan-pimpinan itu juga santai, makanya terjadi seperti ini. Kerja seperti ini yang nanti akhirnya jadi hambatan," kata Ayub Titu Eki di Kupang Rabu (09/09).

Bupati Ayub Titu Eki mengecam dengan kinerja staf yang lambat sehingga menghambat pencairan dana desa.

"Mental-mental gaya pejabat seperti itu, gaya birokrasinya sangat tinggi, pemalas. Pegawai-pegawai itu seperti kerbau yang setiap hari datang makan saja. Cari makan di sini tetapi mental kerja kita sangat lamban," kata Ayub Titu Eki.

Bupati Kupang Ayub Titu Eki memberi batas waktu hingga akhir bulan ini kepada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau PPKAD setempat menuntaskan verfikasi administrasi desa, sehingga dana desa itu bisa cair awal Oktober ini.

Hingga akhir Agustus lau baru 22 desa yang siap cair dana desa, sedangkan 80 desa lain masih dalam finalisasi administrasi. Sisanya, masih harus melengkapi berkas administrasi.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia