Baru Ratusan PKL Yang Masuk Kios Pasar Kebon Kembang Bogor

Kepala Pasar Kebon Kembang, Adi Mandala mengatakan, banyak pedagang ragu dengan harga kios yang dibanderol.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 07 Sep 2015 10:35 WIB

Author

Rafik Maeilana

Penertiban PKL yang dilakukan Pemkot Bogor, Agustus lalu/Foto Rafik Mailana.

Penertiban PKL yang dilakukan Pemkot Bogor, Agustus lalu/Foto Rafik Mailana.

KBR, Bogor - Ratusan kios di Pasar Kebon Kembang, Bogor Jawa Barat masih sepi peminat. Dari 400-an lebih kios yang disediakan, baru 156 pedagang yang mendaftar.

Kepala Pasar Kebon Kembang, Adi Mandala mengatakan, banyak pedagang ragu dengan harga kios yang dibanderol. Padahal ada beberapa pedagang yang diberikan biaya gratis selama dua bulan.

Akibatnya, kata Adi, meski sudah ditertibkan, banyak para pedagang yang nekat bertahan berjualan di tempat yang sudah dilarang. 

"Baru ada 156 yang mendaftar, itu pun baru sekedar menanyakan. Padahal ada pedagang diberikan biaya gratis dua bulan untuk menempati kios, tapi mereka (PKL -red) bilang masih terlalu mahal dan masih ingin berjualan di luar karena gratis," katanya saat berbincang dengan KBR, Senin (07/09)

Selain itu, Adi juga menuturkan harga kios yang ditawarkan masih murah dibandingkan dengan kios di tempat lain. Yakni berkisar Rp 1.234.000,- per meter per tahun.

"Kebijakan gratis dua bulan padahal dilakukan agar para pedagang mau segera pindah ke dalam, agar tidak lagi berjualan di ruas jalan," jelasnya.

Sebagai info, Pemkot Bogor melakukan penertiban besar-besaran terhadap PKL yang ada di Pasar Kebon Kembang sejak Agustus lalu. Meski banyak yang menolak ditertibkan, pembongkaran tetap dilakukan untuk memfungsikan kembali ruas jalan yang dipakai PKL berdagang.

Alih-alih merelokasi PKL ke dalam kios yang telah disediakan, ternyata hingga kini baru 156 PKL yang mendaftarkan diri. Sisanya, sekitar 400-an lebih PKL masih berjualan di lokasi yang sudah ditertibkan, meski harus kucing-kucingan dengan perugas Satpol PP.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11