Asap Makin Tebal, Kota Pontianak Liburkan Sekolah

Sekolah yang diliburkan hanya untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Libur berlangsung Kamis (10/9) hingga Sabtu (12/9).

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 10 Sep 2015 14:17 WIB

Author

Jayanti Mandasari

Asap Makin Tebal, Kota Pontianak Liburkan Sekolah

Ilustrasi. Anak sekolah di tengah kabut asap di Riau. (Foto: diskominfo.riau.go.id)

KBR, Pontianak - Aktivitas belajar mengajar di Kota Pontianak diliburkan selama tiga hari akibat kabut asap yang makin pekat di kawasan itu.

Sekolah yang diliburkan hanya untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Libur berlangsung Kamis (10/9) hingga Sabtu (12/9). Sedangkan Senin (14/9) para siswa masuk kembali.

Informasi libur itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Mulyadi dalam pertemuan kepala sekolah pada Kamis (10/9).

Keputusan meliburkan sekolah mempertimbangkan kabut asap yang dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan siswa, terutama ancaman gangguan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

Kepala SDN 14 Pontianak Ida Isnaini mengatakan walaupun sekolah libur, para guru tetap memberikan tugas bagi siswa untuk dikerjakan di rumah.

Ida mengatakan Dinas Pendidikan dan sekolah di Pontianak berharap orang tua siswa meningkatkan peran pengawasan terhadap kegiatan belajar siswa selama sekolah diliburkan. Orang tua juga diminta melarang anak beraktivitas di luar mengingat kondisi udara yang membahayakan.

Sedangkan untuk sekolah SMP dan SMA, hanya bersifat imbauan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar

"Tapi libur ini ada catatannya, tidak libur penuh. Istilahnya hanya tempat saja yang berubah, siswa tetap belajar di rumah. Kita berikan PR dengan catatan anak-anak di rumah itu belajar sesuai jadwal. Jadi, tidak sepenuhnya libur dan main saja. Rasanya memang sayang kalau anak diliburkan, tapi karena cuaca tidak mengijinkan jadinya mau tidak mau," ujar Ida Isnaini kepada KBR di Pontianak, Kamis (10/9).

Sejak terjadi kabut asap tebal beberapa pekan terakhir, banyak siswa yang mengalami gangguan kesehatan. Ida mengatakan setiap hari selalu ada anak yang absen karena sakit.

Gangguan yang dialami anak adalah mata perih, pusing hingga gangguan perut.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

AstraZeneca Bakal Gelar Uji Klinis Global Tambahan

Eps12. Masa Depan Restorasi Gambut

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Mekanisme Baru Pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah

Bupati Banyumas Larang Hajatan Meski Diprotes