Ajarkan Toleransi, Warga Cilacap Ajak Anak-anak Kampanye Perdamaian

Tak hanya mereka yang dewasa, anak-anak juga turut diajak serta meramaikan acara ini.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 26 Sep 2015 21:10 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Ajarkan Toleransi, Warga Cilacap Ajak Anak-anak Kampanye Perdamaian

Kampanye damai di Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: M Ridlo/ KBR)

KBR, Cilacap - Masyarakat Kalikudi, kecamatan Adipala, Cilacap, Jawa Tengah, menggelar Kampanye Damai dan Kirab Budaya Nusantara, Sabtu, (26/9). Ini dilakukan untuk menjalin toleransi dan inklusi antar umat beragama. Tak hanya mereka yang dewasa, anak-anak juga turut diajak serta meramaikan acara ini.

Ketua Panitia, Nakam S Wibowo mengatakan, acara ini digelar lantaran ia prihatin dengan konflik agama yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, konflik tidak akan terjadi seandainya para penganut agama yang berbeda itu saling menghargai keyakinan masing-masing.

"Harapan kami terhadap anak-anak, untuk melibatkan anak-anak PAUD, TK, SD dan SMP ini ada pembelajaran yang baik untuk anak-anak. Ini diawali dengan hal-hal seperti ini (kampanye damai). Kepedulian ini diharapkan ke depan ada pemahaman yang baik terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan, mengerti toleransi antar sesama, antar umat beragama maupun kepercayaan dan adat istiadat," kata dia kepada KBR, Sabtu, (26/9).

Nakam menambahkan, anak-anak diajak serta untuk mendidik agar memiliki toleransi yang tinggi sejak usia belia. Sebab, perbedaan adalah sesuatu yang pasti. Perbedaan kata dia, bukan dihilangkan melainkan dihargai sebagai kekayaan bangsa.

Acara ini merupakan kerjasama penghayat kepercayaan, pelestari adat Kalikudi dan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdatul Ulama (Lakpesdam NU) Cilacap, Jawa Tengah. Ke depan, ia berharap agar acara seperti ini menjadi agenda rutin, agar generasi mendatang tetap bersatu walaupun berbeda. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada