Bagikan:

Diduga Ditahan, Kedubes Indonesia Cari Keberadaan Dua Kapal Ikan Indonesia di PNG

Jadi sampai saat ini kita masih menunggu keberadaan dua kapal. Itu yang paling penting. Semoga ada konfirmasi dan kejelasan dari Pemerintah Papua Nugini,"

NUSANTARA

Kamis, 25 Agus 2022 14:30 WIB

Diduga Ditahan, Kedubes Indonesia Cari Keberadaan Dua Kapal Ikan Indonesia di PNG

Kapal ikan yang ditembaki tentara PNG setelah dievakuasi ke Pelabuhan Perikanan Merauke, Papua, Selasa, 23 Agustus 2022. (Foto: KBR/Arjuna Pademme)

KBR, Jayapura - Pemerintah Indonesia masih mencari dua kapal ikan dari nelayan asal Merauke, Papua yang memasuki wilayah Papua Nugini. 

Kedua kapal ikan yang dalam pencarian itu yakni KMN Arsila 77 dengan Nahkoda Syarif dan KMN Baraka Paris dengan Nahkoda Rohman.

Menurut Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Papua, Suzana Wanggai, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby dan Konsulat Indonesia di Vanimo, telah berkoordinasi dengan otoritas Papua Nugini untuk mencari tahu keberadaan dua kapal nelayan asal Indonesia itu.

"Mereka sudah telusuri dan kemudian mereka koordinasi dengan otoritas terkait di Papua Nugini. Jadi sampai saat ini kita masih menunggu keberadaan dua kapal. Itu yang paling penting. Semoga ada konfirmasi dan kejelasan dari Pemerintah Papua Nugini," katanya di Papua, Kamis (25/8/2022).

Suzana menjelaskan, kapal bermuatan sekitar 18 orang itu dilaporkan hilang saat melakukan penangkapan ikan di sekitar perairan Papua Nugini.

Baca: Tentara PNG Tembaki Kapal Ikan Nelayan Merauke, Kapten Tewas

Ia menduga dua kapal dan belasan awaknya itu ditahan otoritas di Papua Nugini.

"Dugaan ini berdasarkan posisi terakhir kedua kapal tersebut," ungkap Suzana Wanggai.

Kedua kapal nelayan asal Indonesia itu dilaporkan terakhir kali berada di perairan perbatasan antara Papua Nugini dan Australia.

Senin (22/8/2022) lalu, Tentara Papua Nugini (PNG) menembaki kapal ikan milik nelayan Merauke, Papua. Kapal itu ditembaki karena diduga masuk secara ilegal ke perairan Papua Nugini.

Salah satu anak buah kapal (ABK) yang selamat dari penembakan, Nataniel Soin mengatakan kapten kapal tewas dalam insiden tersebut. Ia mengatakan, kapten kapal tertembak di bagian leher sebelah kiri, sedangkan ia bersama tujuh ABK lain bersembunyi di ruang mesin saat kapal ditembaki.

Katanya, kapten kapal bernama Sugeng berupaya mambawa kapal kembali ke perairan Indonesia. Namun, tentara PNG mengejar mereka menggunakan kapal perang.

Saat mulai mendekati kapal ikan, tentara PNG menggunakan speedboat mengajar para nelayan, dan melepaskan tembakan.

Ia mengaku, mereka berlayar mencari ikan sejak Rabu, 17 Agustus 2022. Namun, tanpa sadar mereka telah memasuki perairan Papua Nugini.

Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

Antisipasi Bencana Alam di Akhir Tahun

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending